Progres Capai 99,4 %, LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Velodrome Siap Beroperasi Maret 2019

Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan rute Kelapa Gading - Velodrome akan segera beroperasi pada bulan Maret 2019.

Progres Capai 99,4 %, LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Velodrome Siap Beroperasi Maret 2019
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Light Rapid Transit Jakarta diujicobakan pada Rabu (15/8/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta dengan rute Kelapa Gading - Velodrome akan segera beroperasi pada bulan Maret 2019.

“Insyaallah akhir Maret selesai. Karena bagian signal dan depo itu yang belum selesai. Akhir Maret baru dioperasikan. Tidak ada kendala lain. Jadi kita tunggu konstruksi berkaitan dengan signal dan depo selesai,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Minggu (24/2/2019).

Saat ini progres pembangunan LRT Jakarta per 21 Februari kemarin secara keseluruhan sudah mencapai 99,4%.

Lebih lanjut dijelaskan Budi Karya terkait penyelesaian hal-hal yang belum selesai pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor PT Jakpro untuk selanjutnya akan segera dilakukan sertifikasi guna memastikan keselamatan dan keamanan pengoperasian LRT ini nantinya.

“Tim saya sudah berkoordinasi dengan developernya itu selesainya kira-kira pertengahan Maret setelah itu kita sertifikasi. Sertifikasi sekitar 1 - 2 minggu selesai,” ungkap Budi Karya.

Terkait tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome yang akan ditetapkan, Budi Karya menyebut nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Banyak manfaat yang akan diperoleh dengan beroperasinya LRT Jakarta ini.

Diantaranya yaitu menjadi solusi mengurangi kemacetan di Jakarta, sebagai modal shifting atau moda pilihan selain kendaraan pribadi, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, dan menjadi moda transportasi yang ramah lingkungan. Terlebih lagi LRT ini nantinya juga akan terintegrasi dengan moda transportasi Transjakarta.

Oleh karena itu Menhub Budi Karya mengajak masyarakat untuk berubah dari menggunakan angkutan pribadi ke angkutan massal.

“Masyarakat memang harus dirubah pola berkendaraannya dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum. Ini butuh suatu culture yang mau berkorban mesti jalan sekian meter, harus dilakukan angkutan massal yang lain itu menjadi konsekuensi. Angkutan massal adalah suatu keniscayaan suatu kota besar, tidak mungkin kota besar itu tanpa angkutan massal,” ucap Budi Karya.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved