Pileg 2019

Tak Kesampaian Jadi Kepala Desa, Pedagang Cakwe Keliling Nekat Jadi Caleg dengan Modal Rp250 Juta

Saat itu, dengan modal seadanya, Nur Wahid membuat gerobak cakwenya sendiri dan mendapatkan ilmu membuat cakwe dari seorang sepupu.

Tak Kesampaian Jadi Kepala Desa, Pedagang Cakwe Keliling Nekat Jadi Caleg dengan Modal Rp250 Juta
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Nur wahid maju sebagai caleg DPRD Kota Bekasi melalui Partai Gerindra 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Pedagang cakwe keliling bernama Nur Wahid (47), begitu percaya diri ketika mantap maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi.

Nur Wahid maju dari Partai Gerindra dengan daerah pemilihan (Dapil) III, Mustikajaya, Rawalumbu, dan Bantar Gebang.

Nur Wahid rupanya bukan pedagang cakwe biasa, 27 tahun merintis usaha, pria asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah hingga kini telah sukses memiliki 12 gerobak pedagang cakwe yang tersebar di Bekasi dan Cakung, Jakarta Timur.

TribunJakarta.com, mencoba menyambangi Nur Wahid di Posko Pemenangannya di Jalan Pembina Raya nomor 345, Perumahan Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa, 5 Maret 2019.

Nur Wahid Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang merupakan pedagang cakwe keliling.
Nur Wahid Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Gerindra yang merupakan pedagang cakwe keliling. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Wahid saat dijumpai tengah berkumpul dengan anggota tim suksesnya, terdapat dua gerobak cakwe, satu gerobak terparkir di depan rumah posko pemenangan, satunya lagi berada di teras rumah posko.

Hidangan cakwe hangat juga tersaji saat TribunJakarta.com memyambangi dan bertemu langsung dengan Nur Wahid.

Dia bercerita awal mula berjualan cakwe sudah dirintis sejak 1992.

Saat itu, dengan modal seadanya, Nur Wahid membuat gerobak cakwenya sendiri dan mendapatkan ilmu membuat cakwe dari seorang sepupu.

"Waktu mulai bikin satu gerobak, saya buat sendiri cakwenya diajarin sama saudara saya, waktu itu keliling aja belum punya tempat mangkal, paling kaya ke sekolah-sekolah, waktu itu mulai jualan di daerah Cakung," kata Nur Wahid.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved