Survei SPIN Tunjukkan Elektabilitas Petahana di Bawah 50%
Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat hasil 49% sementara pasangan Prabowo-Sandi sekitar 41%
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani
TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Berdasarkan data dari lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) usai melakukan jajak pendapat terhadap 1213 responden pada 27 Desember 2018- 8 Januari 2019 menyatakan elektabilitas petahana di bawah 50 persen.
Pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat hasil 49% sementara pasangan Prabowo-Sandi sekitar 41%.
"Kalau petahana di bawah 50% itu ancaman," tutur Igor Dirgantara Direktur SPIN di Bakoel Koffie, Jalan Cikini no 25, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (7/3/2019).
Isu-isu ekonomi yang menyebabkan elektabilitas pasangan calon (paslon) 01 menurun dari hasil survey SPIN.
"Kebanyakan masyarakat mengkhawatirkan kondisi ekonomi saat ini. Lapangan kerja dan pengangguran yang paling menjadi sorotan dengan hasil survey 68%," tambah Igor.
Igor mengatakan Jokowi kehilangan momentum dengan fokus pembangunan infrastruktur.
Padahal masyarakat saat ini menyoroti kondisi ekonomi perindividu dari tingkat lapangan pekerjaan dan pengangguran.
Kondisi ini dijadikan kesempatan kubu Prabowo-Sandi untuk memperkecil selisih angka elektabilitas.
• Ivan Kolev Sebut Madura United Punya Keuntungan Besar saat Hadapi Persija di Piala Presiden 2019
"Paslon nomer 02 mengambil momentum dengan isu ekonomi yang mereka bawa. Seperti menurunkan harga kebutuhan dan menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
Seakan menyadari titik lemah, Jokowi langsung merilis tiga kartu untuk kembali memperkuat elektabilitasnya.
Ketiga kartu baru yang dikeluarkan Jokowi adalah Kartu Sembako Murah, Kartu KIP Kuliah dan Kartu Pra-Kerja.
Pengeluaran kartu ini berdasarkan survey dari internal kubu Jokowi.
Kartu-kartu tersebut diluncurkan saat Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (25/2/2019).