Driver Ojol Tewas Dilindas

Eksponen 98 Berduka Atas Wafatnya Affan Kurniawan hingga Minta Unjuk Rasa Anarkis Diakhiri

Eksponen Gerakan Mahasiswa 1998 ang tergabung dalam 98 Resolution Network menyatakan sikap atas kericuhan yang terjadi.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
HATE TJ POLDA METRO JAYA DIBAKAR - Halte TransJakarta Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, dibakar massa pendemo, Jumat (29/8/2025) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Eksponen Gerakan Mahasiswa 1998 dan alumni eksponen Kelompok Cipayung yang tergabung dalam 98 Resolution Network menyatakan sikap atas kericuhan yang terjadi di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya selama beberapa hari terakhir.

Salah satu koordinator 98 Resolution Network Hendarsam Marantoko mengaku prihatin atas kericuhan yang melibatkan massa dan aparat kepolisian.

Ia berharap unjuk rasa yang anarkis bisa segera diakhiri dan massa dapat menahan diri serta tidak terprovokasi.

"Kami sangat prihatin atas terjadi bentrokan antar pengunjuk rasa dengan pihak aparat keamanan yang mengakibatkan jatuhnya korban, baik di pihak pengunjuk rasa maupun di pihak keamanan. Kami harapkan unjuk rasa dengan cara kekerasan dapat kita akhiri karena kita sesama anak bangsa," kata Hendarsam, Minggu (31/8/2025).

Hendarsam juga berbela sungkawa atas wafatnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan. Menurut dia, Affan merupakan martir pejuang ekonomi rakyat.

"Kami mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa," ujar dia.

"Kami mendukung dan mendesak pihak aplikator ojek online membuka diri dan mengakomodir tuntutan pengendara ojek online yaitu untuk menurunkan potongan tarif maksimal aplikasi menjadi 10 persen agar tidak merugikan pengendara ojek online dan membebani pemerintah," imbuh dia.

98 Resolution Network, jelas Hendarsam, mendesak kepada DPR, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan DPRD agar menyampaikan pandangan politik secara cermat dan tidak provokatif.

"Komunikasi politik sepantasnya dilakukan secara santun dan bermartabat," ucap Hendarsam.

 

 

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved