Tukang Becak Sampai Penjual Kosmetik Berharap Untung Hadirnya Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong
"Ya harapannya sih banyak pengunjungnya nanti supaya pasar ramai banyak yang jajan," kata Lia saat ditemui.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Pengadaan bioskop rakyat di Pasar Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, ditanggapi positif masyarakat yang biasa beraktivitas di pasar tersebut.
Pedagang di dalam pasar hingga tukang becak di luar pasar berharap ada dampak menguntungkan dari adanya bioskop rakyat yang dijadwalkan beroperasi April 2019.
Pedagang nasi rames, Lia (31) berharap dengan adanya bioskop pengunjung Pasar Teluk Gong menjadi semakin ramai.
Apabila pengunjung pasar semakin ramai, Lia berharap dagangannya semakin laris dan keuntungannya semakin bertambah.
"Ya harapannya sih banyak pengunjungnya nanti supaya pasar ramai banyak yang jajan," kata Lia saat ditemui di lapaknya, Jumat (8/3/2019).
• Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong Dibuka April Ini
Lia juga mengatakan apabula nantinya pengunjung semakin banyak, tak hanya nasi rames saja yang ia jajakan, tapi juga cemilan.
"Nantinya bakal banyak variasi dijualin, kaya cemilan sama makanan ringan gitu. Makanya saya sekarang lagi nungguin bioskop," kata Lia, yang juga mengaku bahwa per harinya bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 700 ribu-Rp 1 juta.
Pedagang kosmetik, Radji (43) juga mengharapkan hal serupa.
Radji berharap, dengan adanya bioskop pengunjung bisa sekalian melihat-lihat kondisi pasar dan membeli barang yang dijajakan para pedagang.
"Kalo minatnya banyak bisa rame kalo penontonnya dikit saya rasa biasa saja (pendapatannya). Mudah-mudahan aja rame," kata Radji.
• Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Bioskop Rakyat di Pasar Teluk Gong Hanya Tayangkan Film Indonesia
Seorang tukang becak, Warli (54) juga tak kalaj antusias menjelang beroperasinya bioskop rakyat di pasar itu.
Warli, yang mengaku sempat jadi tenaga angkut kursi-kursi bioskop tersebut, berharap penghasilannya meningkat seiring meningkatnya fasilitas pasar tersebut.
"Saya mengharapkan supaya ada tambahan lagi. Nanti kan pas bubar ada yang naik becak ada yang apalah," kata Warli.
Warli mengaku selama ini penghasilannya per hari dari berkeliling mengayuh becak bisa mencapai Rp 100 ribu per harinya.
Dengan adanya bioskop, Warli berharap penghasilannya bisa bertambah berkali-kali lipat.
"Sehari bisa Rp 100 ribu lah. Berharap bisa lebih lah menambah pelanggan kalo ada bioskop gini," katanya.