Yusril Ungkap Strategi PBB di Pemilu 2019, Fokus Bela Warga Terkait Kasus Tanah

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan strateginya untuk meraup suara maksimal pada pemilu 2019.

Yusril Ungkap Strategi PBB di Pemilu 2019, Fokus Bela Warga Terkait Kasus Tanah
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, di Setu, Tangsel, Jumat (8/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, SETU - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan strateginya untuk meraup suara maksimal pada pemilu 2019.

Yusril mengatakan mesin partainya sedang bergerak demi meraih 4% suara lebih agar bisa melenggang ke parlemen.

Pria kelahiran Belitung Timur itu mengungkapkan, PBB akan menyebarkan 20 juta stiker seluruh Indonesia.

Setelahnya akan ada petugas dari PBB yang akan menyambangi satu per satu rumah warga untuk kampanye.

"Petugas yang memang khusus dilatih mengunjungi rumah satu demi satu, mengucapkan salam menyampaikan beberapa hal, dan memberikan nomor telepon kalau menghadapi masalah," ujar yusril di Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (8/3/2019).

Dari kampanye door to door dan 20 juta stiker itu, diharapkan 30% mendukung PBB.

Selain kampanye door to door, Yusril juga mengatakan PBB fokus memberikan pembelaan kepada masyarakat.

Pembelaan dilakukan terutama kepada masyarakat terkait kasus tanah.

Di luar negeri, PBB menggalang kekuatan dengan membantu para tenaga kerja Indonesia (TKI) menyelesaikan kasusnya.

"Selain itu juga PBB menggalang kekuatan di luar negeri dengan cara melakukan pendekatan dari hati ke hati, kita melakukan pembelaan kepada para TKI. Begitu juga melakukan pembelaan kepada permasalahan yang dihadapi masyarakat terutama masalah tanah. Di Jakarta Utara banyak sekali masalah tanah, di Jawa Timur, di Kalimantan, " papar Yusril.

Sambangi Tangsel Resmikan Masjid dan Lantik DPC PBB, Yusril Pakai Sarung dan Peci Tinggi

Cerita Yusuf, Pengemudi Ojek Online yang Jadi Caleg DPRD Kabupaten Bekasi

Pembelaan tersebut dilakukan PBB tidak dibayar, melainkan dibarter dengan dukungan ke partai berlambang bintang dan bulan sabit itu.

"Tapi nanti dukung PBB," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved