Ridwan Kamil Restui Bangun Underpass di Depok, Solusi Kemacetan Jalan Raya Margonda

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, sebenarnya menawarkan pembangunan jalan layang (flyover) di titik-titik macet tersebut.

Ridwan Kamil Restui Bangun Underpass di Depok, Solusi Kemacetan Jalan Raya Margonda
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ridwan Kamil saat pertemuan dalam rangka koordinasi penyelenggaraan pemerintahan umum yang dilaksanakan di Hotel Horison, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (16/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Tidak lama lagi, kemacetan di sekitar Jalan Raya Margonda, Jalan Raya Kartini, Jalan Raya Proklamasi, serta Jalan Raya Dewi Sartika, tampaknya akan segera terurai.

Hal itu menyusul pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang telah memberi restu terhadap pembangunan underpass yang diusulkan Pemerintah Kota Depok.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, sebenarnya menawarkan pembangunan jalan layang (flyover) di titik-titik macet tersebut.

Namun, Pemkot Depok lebih suka jika yang dibangun adalah underpass, karena berbagai alasan.

"Di-acc lah. Kalau flyover itu kan biayanya besar sekali. Kalau underpass itu memang sudah diminta oleh Pak Gubernur Jawa Barat segera (mulai dibangun)," ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, ditemui di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Rabu (13/3), kepada Wartakotalive.com.

Pradi berharap pembangunan underpassitu sudah bisa mulai dilakukan pada tahun 2020.

Saat ini, Pemkot masih dalam tahap persiapan proyek, seperti pemetaan lokasi, rencana pembebasan lahan, dan lain-lain.

Di tempat yang sama, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, mengungkapkan, untuk membangun jalan terowongan tersebut, dibutuhkan biaya kira-kira sebesar Rp 420 miliar.

Idris berharap kehadiran underpass itu nantinya bakal dapat mengurai kemacetan secara signifikan di sekitar kawasan Margonda dan sekitarnya.

"Underpass yang akan dibangun itu untuk yang di Jalan Dewi Sartika, Proklamasi, Kartini, dan Margonda. Dulu yang dikenal dengan Markas Wangi itu. Tapi yang kita usulkan underpass, jauh nilainya dibandingkan dengan flyover. Underpass butuh dana Rp 420 miliar. Kalau flyover jauh lebih mahal," ucap Idris.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved