Sekolah GIS Tangsel Sudah Tidak Menggunakan Styrofoam, MSG, dan Soda dalan Kegiatan Belajar Mengajar

Penghargaan itu dikantongi GIS pada sebelumnya sekolah yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan itu dinobatkan sebagai sekolah bersih tingkat Kota

Sekolah GIS Tangsel Sudah Tidak Menggunakan Styrofoam, MSG, dan Soda dalan Kegiatan Belajar Mengajar
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Aktivitas pelajar GIS, Serpong yang tak lagi menggunakan Styrofoam, MSG, dan Soda dalam kegiatan belajar mengajarnya, Sabtu (16/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintahan Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada sejumlah sekolah yang menjaga kebersihan dan tidak lagi menggunakan bahan plastik di sekolahnya.

Seperti sekolah menengah pertama (SMP) Global Islamic School (GIS), Tangerang Selatan terpilih sebagai Sekolah Bersih dan Sehat Tingkat Provinsi Banten.

Penghargaan itu dikantongi GIS pada sebelumnya sekolah yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan itu dinobatkan sebagai sekolah bersih tingkat Kota Tangerang Selatan.

Menurut Kepala SMP GIS, Swandaru, pihaknya memang tegas dalam beberapa hal terkait kebersihan dan kesehatan dan menerapkan anti styrofoam, MSG, dan soda.

"Makanan kami tidak pakai styrofoam, makanan tidak pakai MSG, dan tidak ada soda," ujar Swandaru, Sabtu (16/3/2019).

28 Tahun Setia Mengajar di Sekolah Rawan Banjir, Zaini: Kuncinya Hanya Keikhlasan Hati

Swandaru, menjelaskan penghargaan itu diberikan setelah sejumlah dinas menyambangi sekolahnya, yakni Dinas Pendidikan, Agama, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan untuk menengok GIS.

Ia melanjutkan, sekolahnya juga mendapat penghargaan Pengelolaan Bank Sampah Terbaik tingkat Kota Tangerang Selatan pada saat Hari Sampah Nasional lalu beberapa saat lalu.

Dari data yang didapatkan, hingga saat ini terdapat setidaknya 20 bank sampah kecil dan 15 komposter.

Menkominfo Rudiantara Berharap BSD Jadi Markas Penghasil Talenta Digital Menyongsong Industri 4.0

Menurut Swandaru, bank sampah tersebut kemudian diurai untuk dijadikan pupuk dan disirah di taman sekitar GIS.

Swandaru berharap dari sejumlah program lingkungan yang sudah berjalan di sekolahnya dapat membuat para siswanya lebih kreatif, khususnya pengelolaan sampah.

"Kami bisa menghasilkan produk-produk dari pengolahan limbah sampah kami, misalnya craft kerajinannya, mengubah sampah menjadi emas," katanya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved