30 Titik di Jakarta Utara Rawan Peredaran Narkotika

Di Kecamatan Penjaringan, kata Putu, yang paling rawan peredaran narkoba adalah wilayah Teluk Gong.

30 Titik di Jakarta Utara Rawan Peredaran Narkotika
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko menyambangi kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, Kamis (21/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kota Jakarta Utara memetakan adanya 30 titik rawan peredaran narkoba di 17 kelurahan yang ada di enam kecamatan wilayah Jakarta Utara.

Kasie Pemberantasan BNNK Jakarta Utara, AKP I Gede Putu Darmawan mengatakan, dari enam kecamatan, empat di antaranya termasuk yang paling rawan.

"Yang paling rawan itu di Cikoring (Cilincing, Koja, Penjaringan) dan juga Tanjung Priok," kata Putu, Kamis (21/3/2019).

Di Kecamatan Cilincing, titik yang paling rawan peredaran narkoba adalah di kawasan Gang Macan. Untuk Kecamatan Koja, yang paling rawan adalah kawasan Tanah Merah.

Di Kecamatan Penjaringan, kata Putu, yang paling rawan peredaran narkoba adalah wilayah Teluk Gong.

Sementara untuk di wilayah Kecamatan Tanjung Priok, Putu menyebut yang paling rawan adalah di Kampung Bahari.

"Titik-titik tersebut rawan berdasarkan banyaknya angka rehabilitasi sukarela dan tangkapan dari sana," kata Putu.

Dengan pemetaan tersebut, Kepala BNN Komjen Heru Winarko menginstruksikan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus digeber BNNK Jakarta Utara.

Buat Lukisan dari Ampas Kopi, Karya Pria Ini Pernah Dipesan Pejabat Negara Hingga Ketua Umum Parpol

DPRD Usulkan MRT Jakarta Gratis Untuk Warga DKI Sampai Akhir Tahun 2019

Jalani Sidang Perdana Steve Emmanuel Didakwa Pasal Berlapis

"Harus segera kalau tidak nanti semakin banyak," tegasnya.

Heru meminta kepada BNNK Jakarta Utara melihat karakteristik wilayah rawan ketika hendak melakukan P4GN.

Menurut Heru, BNNK Jakarta Utara tak hanya harus melakukan penggerebekan langsung ke lokasi rawan seperti yang terjadi Senin (18/3/2019) lalu di Kampung Bahari hingga mendapatkan perlawanan dari warga setempat.

"Upaya maintenancenya tidak harus seperti di Kampung Muara Bahari, ya disesuaikan saja dengan karakteristik wilayah tersebut. Maka ini nanti harus dibahas internal oleh BNNK Jakarta Utara," tandas Heru.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved