Bagikan Potret Penumpang Bergelantungan di MRT Demi Selfie, Sutopo Purwo Nugroho: Mirisnya
Sutopo Purwo Nugroho miris melihat penumpang MRT yang bergelantungan dan menginjak kursi kereta.
Penulis: Ilusi | Editor: Y Gustaman

TRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho miris dengan sikap penumpang bergelantungan dan menginjak kursi kereta MRT.
PT MRT Jakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas transportasi publik tersebut secara cuma-cuma dengan menjajal trayek Lebak Bulus - Bundaran Hotel Indonesia (HI) pergi pulang (PP).
Masyarakat hanya perlu mendaftarkan diri melalui laman www.ayocobamrtj.com untuk keperluan itu.
Pendaftaran sudah dibuka sejak Selasa (5/3/2019) lalu.
Uji coba publik berlangsung selama 12 hari yakni, 12-24 Maret 2019.
Melansir dari media sosial Twitter @Sutopo_PN, Minggu (24/3/2019) pria kelahiran Boyolali itu tampak miris dengan sikap penumpang yang tak pantas.
Hal tersebut dituliskan Sutopo Purwo Nugroho seraya mengunggah potret penumpang yang tengah bergelantungan dan menginjak kursi kereta.
Dikatakan Sutopo Purwo Nugroho, penumpang tersebug melakukan hal itu hanya untuk foto selfie.
Menurutnya, kedua penumpang itu seolah tak mengenal etika moral dan sopan santun.
Tak hanya itu, mereka juga tampak belum memiliki rasa memelihara fasilitas publik.
• Rumah Tangga Andhika Pratama & Ussy Sulistiawaty Dikabarkan Retak, Wirang Birawa Singgung Emosional
• Putrinya dan Roger Danuarta Diisukan Akan Menikah, Ayah Cut Meyriska Singgung Kebahagiaan & Harapan
"Mirisnya kita dengan prilaku seperti ini.
Bergelantungan dan menginjak kursi di MRT hanya demi foto selfie seolah belum mengenal etika moral, sopan santun dan rasa memeliharai fasilitas publik," kata Sutopo Purwo Nugroho.
Lebih lanjut, Sutopo Purwo Nugroho juga menyinggung pengetahuan yang meningkat.
Kendati demikian, melihat dari potret penumpang yang viral di kereta MRT tersebut, Sutopo Purwo Nugroho berujar bahwa sikap dan prilaku masyarakat masih rendah.
"Pengetahuan memang meningkat, tapi sikap dan prilaku masih rendah," ujar Sutopo Purwo Nugroho.
