Hamil dan Berhenti Sekolah Setelah Menikah Dini, Siswi SMA Ini memilih Tak Ikut UNBK

Seorang Siswi asal SMAN 1 Tebing Tinggi ini memutuskan untuk tak mengikuti UNBK karena sedang hamil

TribunJakarta/Leo Permana
Siswa-siswi SMA 2 Jakarta yang sedang melaksanakan UNBK di hari pertama, Senin (1/4/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sampai hari Selasa (2/4/2019), seluruh SMA dan sederajat menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Mata pelajaran yang diujikan pada UNBK hari ini adalah Matematika.

Para Siswa SMA ini mengikuti UNBK agar bisa lulus sekolah untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya atau langsung mencari kerja.

Tapi, berbeda dengan keputusan yang diambil seorang siswi asal Kepulauan Meranti, Riau ini.

Seorang Siswi asal SMAN 1 Tebing Tinggi ini memutuskan untuk tak mengikuti UNBK.

Dikutip dari Tribun Pekanbaru, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau, di Kabupaten Kepulauan Meranti, Ngajito mengatakan dari kabar yang ia terima dari pihak sekolah, peserta terkait lebih memilih menikah dari pada mengikuti UNBK.

"Namun secara detail-nya saya kurang tau. Dari kabar yang saya terima dari kepala sekolahnya, siswa terkait lebih memilih menikah dari pada UNBK," ujarnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA. N 1 Tebing Tinggi, Kabupaten Kepuluan Meranti Poyadi, membenarkan informasi tersebut.

Sejumlah pelajar bersiap memasuki ruang kelas sebelum pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Rambah, Senin (1/4/2019).
Sejumlah pelajar bersiap memasuki ruang kelas sebelum pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Rambah, Senin (1/4/2019). (istimewa)

Menurutnya, siswa tersebut dinyatakan gugur karena resmi memilih berhenti sekolah dan menikah sebelum UNBK dilaksanakan.

Padahal, siswa tersebut sudah terdaftar sebagai salah satu peserta UNBK.

"Sebenarnya sudah berhenti. Namun kartu ujian dikeluarkan oleh pihak sekolah sebelum keputusan berhenti diambil oleh siswa terkait. Makanya nama dia masuk di Dapodik sebagai salah seorang peserta," ungkpanya.

 

Sebagai kepala sekolah, Poyadi mengaku merasa kecewa, pasalnya keputusan menikah diusia dini yang diambil oleh seroang siswanya itu disebabkan hamil.

"Siswa itu hamil lalu nikah memilih berhenti. Ujian susulan sudah tidak bisa, karena statusnya sudah berhenti. Untuk melanjutkan pendidikannya, ujian paket C adalah jalan satu-satunya," ungkapnya.

Namun ia merasa bersyukur, pada hari pertama dalam menggelar UNBK, di SMAN 1 Selatpanjang tidak ada kendala.

"Tidak ada kendala, berjalan lancar. Mudah-mudahan hingga hari akhir," harapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved