Dewan Pers Ingatkan Media Agar Bersikap Netral Dalam Pemberitaan Pileg dan Pilpres
Menurut Nezar, para kandidat pileg dan pilpres harus memberikan akses yang luas untuk media juga.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Anggota Dewan Pers, Nezar Patria, mengatakan bahwa semua media berita di Indonesia harus netral dalam memberitakan isu pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).
"Buat semua media, agar kegiatannya bisa diliput dengan baik," kata Nezar, sapaannya, di ruang Teratai, Lantai 2 Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Kemarin (9/4/2019).
Sehingga, lanjut Nezar, tidak ada komplain dari para calon pileg dan pilpres, serta masyarakat jika pemberitaannya tidak berimbang.
"Biar tidak ada komplain, misalnya, satu media diberitakan akses yang baik, sedangkan media yang lain itu ditinggalkan," ucap Nezar yang memakai kacamata.
"Satu media dijadikan anak emas, satu media lagi di-anak tirikan," lanjutnya.
Menurut Nezar, para kandidat pileg dan pilpres harus memberikan akses yang luas untuk media juga.
• #JusticeforAudrey: Para Pelaku Tampak Asyik Snapgram di Kantor Polisi
• Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini, Rabu (10/4/2019)
• Sumiati Rela Jual Ginjalnya Seharga Rp 500 Juta Demi Biayai Pengobatan Suaminya
"Tapi, sekali lagi, media juga harus bersikap netral, berimbang, dalam meliput kandidat partai politik ini," katanya.
Nezar menyebut, media juga tidak diperkenankan mencampur fakta dan opini pribadi dalam sebuah berita.
Khususnya dalam konteks ajang pileg dan pilpres.
"Jadi sebaiknya tegakkan kode etik ya. Bersikap objektif, kritis, berimbang, dan jangan lupa bahwa peran media merupakan voters edukator," pungkas Nezar yang juga merupakan Digital Editor in Chief The Jakarta Post.