Pria Tanpa Identitas Tewas Usai Loncat dari Cerobong Pabrik di Cakung
Saat kejadian korban memakai celana panjang warna coklat, kemeja lengan pendek warna hijau tanpa membawa identitas miliknya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pria misterius yang memanjat cerobong asap PT Jakarta Kyoei Steel sejak Rabu (11/4/2019) sekira pukul 15.30 WIB memilih terjun dari ketinggian sekitar 40 meter tempatnya bertengger sekira pukul 20.10 WIB.
Kapolsek Cakung Kompol Imam Irawan mengatakan pria yang mengaku berasal dari Kota Pagar Alam itu melompat saat personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Timur berusaha membujuknya turun.
"Saat petugas damkar melaksanakan evakuasi, orang tersebut langsung melompat. Dari sore sudah dibujuk untuk turun tapi enggak mau turun juga," kata Imam di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (11/4/2019).
Pria yang diperkirakan berusia sekira 50 tahun itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, namun karena luka di bagian kepala dan dada yang dialami parah dia tak tertolong.
Sekira pukul 20.55 WIB pria yang membawa secarik kertas berisi tuntutannya agar dapat bertemu Presiden Joko Widodo dinyatakan meninggal oleh dokter.
• Tangis Gading Marten Nyanyikan Pergilah Kasih, Roy Marten Singgung Kepergian: Pertandingan Selesai
• VIDEO Ram Cek Bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan
• Hasil Liga Champions: Barcelona Permalukan Manchester United di Old Trafford
"Korban dinyatakan telah meninggal dunia akibat pendarahan di kepala dan memar di bagian dada. Jenazahnya dibawa ke RS Polri untuk divisum," ujarnya.
Iwan meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenal korban segera melapor ke Polsek Cakung atau langsung mendatangi RS Polri.
Saat kejadian korban memakai celana panjang warna coklat, kemeja lengan pendek warna hijau tanpa membawa identitas miliknya.
"Alamat tidak jelas dan sebelum meninggal terjun bunuh diri mengaku dari Pagar Alam, Palembang. Korban diduga stres," tuturnya.