Pemilu 2019

771 Warga Binaan Panti Sosial Cipayung yang Termasuk Orang Gangguan Jiwa Fase Stabil Masuk DPT

"Untuk DPT ada 771 pemilih. 322 dari PSBLHS 2 dan 381 dari PSBLHS 1," kata Tuti, kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa.

771 Warga Binaan Panti Sosial Cipayung yang Termasuk Orang Gangguan Jiwa Fase Stabil Masuk DPT
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa, Tuti Sulistiyaningsih 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - 771 pemilih tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Harapan Sentosa di Cipayung, Jakarta Timur.

PSBLHS merupakan panti yang menampung orang ganggung jiwa fase stabil.

Terdapat dua panti PSBLHS yakni PSBLHS 1 dan 2 yang terletak di Cipayung, Jakarta Timur.

Untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, sebanyak 771 pemilih tetap tercatat di panti ini.

"Untuk DPT ada 771 pemilih. 322 dari PSBLHS 2 dan 381 dari PSBLHS 1," kata Tuti, kepala Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa, Senin (15/4/2019)

Nantinya para DPT ini akan mencoblos diantara 5 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang ada di PSBLHS.

TPS 78, TPS 79, TPS 80, TPS 82 dan TPS 83.

Ratusan Warga Binaan Gangguan Jiwa Fase Stabil di Panti Sosial Cipayung Ikut Simulasi Pemilu 2019

Tuti melanjutkan, sepanjang para warga binaan sosial (WBS) di panti ini memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) mereka dapat mengikuti Pemilu di tahun 2019 ini.

"Jadi untuk jumlah WBS total keseluruhannya dapat berubah, karena mereka ada yang dipulangkan ke keluarga atau naik fase dan di pindahkan ke PSBL 3 di Daan Mogot yang siap diberdayakan. Kalau untuk DPT memang hanya 771, tapi kan ini yang memilik NIK sementara untuk orang gangguan jiwa sudah bisa mencoblos. Jadi nanti juga ada DPK (Dapat Pemilih Khusus). Selama mereka punya NIK, begitu masih ada sisa surat suara, mereka boleh mencoblos juga," lanjut Tuti

Saat ini DPK di PSBLHS tercatat sebanyak 380 pemilih. 205 pemilih dari PSBLHS 2 dan 174 pemilih dari PSBLHS 1.

Baik DPT maupun DPK, nantinya akan didampingi oleh petugas panti guna memperlancar jalannya Pemilu.

"Meskipun fasenya stabil, para WBS ini tetap berbeda dari orang normal. Sehingga nantinya akan didampingi oleh petugas. Misalnya ketika nama mereka dipanggil, petugas mendampingi sampai nanti pencelupan jari ke tinta," tutup Tuti.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved