Pemilu 2019

Keluarga Prajurit Kopassus yang Ikut Pemilu 2019 di Kelurahan Baru Naik 15 Persen

"Jumlahnya naik sekitar 15 persen, di Kelurahan Baru ada 11 TPS yang jadi tempat untuk anggota keluarga TNI mencoblos," kata Siregar di Pasar Rebo

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Lurah Baru, Ali M. Siregar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Jumlah anggota keluarga prajurit TNI dari Komplek Komandan Pasukan Khusus (Kopassus), Yonkav 7, dan Direktorat Pembekalan Angkutan Darat (Ditbekangad) di Kelurahan Baru yang mengikuti Pemilu 2019 sekitar 3.000.

Lurah Baru, Ali M Siregar mengatakan perkiraan jumlah anggota keluarga TNI yang bermukim di wilayah RW 03, RW 04, RW 06, dan RW 08 Kelurahan Baru mengalami kenaikan dibanding Pilpres 2014 lalu.

"Jumlahnya naik sekitar 15 persen, di Kelurahan Baru ada 11 TPS yang jadi tempat untuk anggota keluarga TNI mencoblos," kata Siregar di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019).

Selain personel TNI-Polri, dan Pengamanan Langsung (Pamsung), Siregar menyebut tak ada pengamanan khusus di 11 TPS tempat para anggota keluarga TNI mencoblos.

Jumlah personel TNI yang bertugas mengamankan di Kelurahan Baru sebanyak lima personel, Polri sebanyak 15 personel, jumlah tersebut masih ditambah personel yang berpatroli di tingkat Kecamatan.

"Di 11 TPS itu enggak ada pengamanan khusus, biasa saja. Pengamanan dari personel TNI-Polri, dan Pamsung seperti TPS lainnya, enggak ada yang khusus," ujarnya.

Secara keseluruhan, Siregar menuturkan ada 60 TPS dengan jumlah pemilih sekitar 17 ribu pemilih di wilayah Kelurahan Baru yang terdiri dari 10 RW.

Pesan BJ Habibie: Siapa pun yang Terpilih, Dia Adalah Pimpinan Kita

Hitung Cepat Litbang Kompas 50,30 persen: Jokowi-Maruf 55, 22 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,78 Persen

Bila Tak Nyoblos karena Surat Suara Habis, Sudjiwo Tedjo Harap Masakan Istri Wakili Partisipasinya

Merujuk hasil meninjau pelaksanaan Pemilu 2019 di sejumlah TPS, Siregar menyebut tak ditemukan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu.

"Sejauh ini, sampai pencoblosan selesai enggak ada kecurangan. Mudah-mudahan sampai nanti di rekapitulasi suara juga enggak ada. Nanti setelah dihitung dibawa ke Kecamatan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved