Ramadan 2019

Periksa Takjil di Cengkareng Timur, BPOM DKI Temukan Dua Jenis Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

Dari hasil pemeriksaan, mereka menemukan dua jenis takjil yang dijual pedagang yang mengandung bahan berbahaya.

Periksa Takjil di Cengkareng Timur, BPOM DKI Temukan Dua Jenis Makanan Mengandung Bahan Berbahaya
TribunJakarta/Leo Permana
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen saat secara simbolis membuang atau memusnahkan temuan takjil berbahan bahaya ke kantung sampah hitam, Cengkareng Jakarta Barat, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Pemkot Jakarta Barat bersama BPOM DKI Jakarta melakukan pengawasan atau pemeriksaan makanan takjil Ramadan di Jalan Baru, Cengkareng Timur, Rabu (15/5/2019).

Dari hasil pemeriksaan, mereka menemukan dua jenis takjil yang dijual pedagang yang mengandung bahan berbahaya.

"Kami tim melakukan pemeriksaan dalam rangka pengawasan, pengamanan pangan aman. Dari 20 sampel dari berbagai jenis makanan ada temuan, di antaranya ada dua jenis mengandung bahan berbahaya," kata Muhammad Zen, Wakil Wali Kota Jakarta Barat di lokasi, Rabu (15/5/2019).

Ia menjelaskan, jenis takjil tersebut mie yang dipakai tukang soto mie, dimana mie kuningnya tersebut mengandung bahan pengawet berupa formalin.

Sementara takjil lainnya, minuman pacar cina yang mengandung zat pewarna tekstil.

Kedua temuan ini, jelas Zen, akan pihaknya ambil atau dibeli semuanya yang kemudian nantinya akan dimusnahkan.

Di Masjid Sudin LH Jakarta Barat Sudah Menerapkan Infaq Digital

Bulan Ramadan, 26 PMKS Diangkut di Jakarta Barat

Dua Bajaj Terkena Razia Parkir Liar di Jalan KS Tubun Raya Jakarta Barat

"Kemudian juga kita lakukan edukasi berupa pembinaan. Nanti mereka itu belanja dimana, tadi informasinya belanja di Pasar Cengkareng, yang nanti akan kita telusuri, kita datangi tokonya agar nanti dari tim kesehatan juga akan melakukan pembinaan sesuai SOP," jelas Zen.

Ia menyampaikan, dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan secara langsung oleh BPOM DKI Jakarta dan juga Lab Kesda atau Lab Kesehatan Daerah DKI Jakarta.

"Juga ditambah dengan unsur SBS ya, dari anak-anak sekolah yang merupakan binaan dari Sudin Kesehatan Jakarta Barat yang turut membantu dalam rangka mengatasi keamanan pangan," kata dia.

Di lokasi yang sama, Kasudin Kesehatan Jakbar Kristi Watini mengatakan pihaknya akan segera lakukan penelusuran ke lokasi pedagang tersebut membeli mienya.

"Jadi kayak mie tadi katanya beli di Pasar Cengkareng, besok akan kita tindak lanjut telusur ke sana," ungkap Kristi.

"Terus di sana nanti kita akan edukasi ke penjualnya, nanti penjualnya juga kita tanya dimana dia belinya, nanti ujung-ujungnya dimana kita akan cari hingga ke produsennya yang mana. Nanti di sana kita akan lakukan pembinaan supaya jangan membuat atau memproduksi mienya pakai bahan-bahan berbahaya," lanjut dia.

Mengenai sanksi tegas ke para pedagang, Kristi mengatakan untuk saat ini tidak ada, pihaknya masih lakukan pembinaan saja ke mereka.

"Kita saat ini masih dalam pembinaan saja, pembinaan edukasi kepada mereka. Kita belum kasih sanksi apapun," pungkasnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved