Polres Tangsel Pastikan Pesan Sebaran Soal Gengster Bacok Pengendara di Jalan Hoaks

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho memastikan broadcast message gengster membacok pengendara secara acak di jalan hoaks.

Polres Tangsel Pastikan Pesan Sebaran Soal Gengster Bacok Pengendara di Jalan Hoaks
intisari
ilustrasi hoax 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pesan Sebaran atau broadcast message tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan postitif, tapi sebaliknya bisa juga digunakan untuk menyebarkan hoaks.

Pesan tersebut biasanya disebarkan menggunakan aplikasi pesan singkat atau media sosial yang sangat mudah untuk diteruskan atau share.

Satu di antaranya adalah pesan sebaran tentang gengster yang sedang merekrut anggota baru.

Dalam pesan itu tertulis orang baru yang ingin masuk gengster harus menyerahkan tumbal dengan cara membacok pengendara secara acak di jalan.

Pesan itu bahkan menyebutkan angka jumlah korban hasil kegiatan itu di beberapa wilayah.

Biasanya pengiriman pesan sebaran itu dibarengi dengan video geng motor yang sedang memegang senjata tajam.

Hoaks Penghuni Panti Asuhan di Depok Sahur Sebungkus Mie Instan Berdua, Berujung Kebanjiran Bantuan

Penyebar Video Hoaks Berisi Emak-emak Labrak KPU Jombang Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho memastikan broadcast message itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya alias hoaks.

"Hoaks itu, keamanan di Tangerang Selatan dijamin oleh Team Vipers yang akan setiap hari selama Bulan Suci Ramadan di malam sampai pagi hari akan melakukan Patroli Gabungan Represif di mana jika dijumpai kejahatan maka akan segera dilakukan tindakan tegas dan tidak akan ada istilah peringatan atau mediasi."

"Seperti penyitaan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi Surat sampau upaya penahanan terhadap pelaku kejahatan," papar Yurikho melalui pesan singkat, Kamis (16/5/2019).

Yurikho juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor ke kepolisian jika mendapati tindakan pidana atau kejahatan.

"Kalau masyarakat menemukan tindak pidana atau kejahatan, agar melapor ke kantor terdekat," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved