Pria Pukul Lansia Berusia 67 Tahun Dituntut 2 Bulan Penjara, Korban: Ini Tidak Adil

Terdakwa kasus pemukulan seorang nenek Sanny Suharli dituntut 2 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pria Pukul Lansia Berusia 67 Tahun Dituntut 2 Bulan Penjara, Korban: Ini Tidak Adil
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Dua saksi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pemukulan oleh terdakwa Sanny Suharli (69) di PN Jakarta Barat 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus pemukulan seorang nenek Sanny Suharli dituntut 2 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa dalam tuntutan jaksa terbukti bersalah melakukan penganiayaan.

Tuntutan tersebut disampaikan oleh JPU Rumata Rosininta dalam agenda tuntutan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (16/5).

"Berdasarkan uraian diatas memutuskan terbukti secara sah dan bersalah melakukan penganiayaan kepada saksi Kon Siw Lie (79) dengan pidana 2 bulan penjara," kata Rumata Rosininta, Kamis (16/5/2019).

Dalam kesempatannya, JPU menyampaikan jika terdakwa bersalah atas perbuatannya berdasarkan keterangan saksi dan saksi ahli yang dihadirkan selama persidangan.

Beberapa fakta-fakta secara gamblang di paparkan.

Apalagi beberapa saksi ahli menyampaikan jika perbuatan terdakwa mengandung unsur kesengajaan.

Ditambah beberapa alat bukti berupa visum yang menyampaikan jika saksi Kon Siw Lie (79) mengalami luka memar.

"Berdasarkan uraian diatas adanya penganiayaan yang dilakukan dengan sengaja dan menimbulkan rasa sakit. Dikaitkan dengan alat bukti persidangan saksi dan saksi ahli bahwa terdakwa mengetahui posisi korban dan yang saling berdekatan," katanya.

Pukul Lansia Berusia 67 Tahun, Sanny Suharli Merasa Tak Bersalah

Beri Bogem Mentah ke Nenek Berusia 67 Tahun, Ahli Sebut Sanny Suharli Bisa Dipidana

Terbukti Pukul Lansia, Saksi Ahli Sebut Sanny Suharli Bersalah

Peristiwa tersebut juga diterangkan oleh JPU dimana permasalahan ini timbul ketika anak korban Hartawan tengah memarkirkan kendaraannya di sebelah kanan.

Halaman
12
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved