TRIBUNJAKARTA.COM - Terdapat sosok kembar atlet sepak takraw Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018.
Sosok kembar tersebut bernama Lena dan Leni yang lahir pada 7 Juni 1989.
Keduanya menceritakan perjuangan hidup yang telah dilakoni untuk menjadi atlet nasional seperti saat ini.
Melalui video yang diposting Kanal YouTube Kemepora RI pada Senin (13/8/2018), keduanya mengaku kenal dengan sepak takraw demi sekolah gratis tanpa biaya.
"Kalau di SMA itu apabila atlet takraw maka sekolahnya gratis. Kebetulan kan pelatih juga tau, ada bakat. Jadi alhamdulillah bisa sampai sekarang," papar keduanya.
Lena dan Leni pertama kali mengenal sepak takraw sekitar tahun 2006.
Setahun kemudian, mereka langsung masuk Pelatnas dan resmi menggaet status atlet nasional.
Dalam kesempatan itu, keduanya mengaku bekerja serabutan sebelum menjadi atlet.
"Bantu-bantu orang aja, saudara untuk cuci piring dan baju," paparnya.
"Kan tetangga ada bos rongsokan, jadi misalnya ada yang enggak laku pasti dibuang di tanggul sungai. Kita cari pas paginya apabila ada sepasang (red: sepatu) kita ambil buat sekolah dan latihan," sambungnya.
• Ancam Tenggelamkan Ganjar Pranowo, Susi Pudjiastuti Dapat Kiriman Paket Spesial
• Susi Pudjiastuti Dapat Kiriman Sup Ikan Manyung dari Ganjar, Sudjiwo Tedjo Ikut Beri Komentar
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Lena dan Leni kerap banting tulang seperti bekerja menjadi buruh cuci hingga mengais sampah.
Hal itu semata dilakukannya agar bisa melanjutkan pendidikan.
"Karena pengen melanjutkan sekolah itu kan. Jadi teman-teman pada ikut takraw, lanjut sekolah, enggak bayar. Jadi kita ikutan juga," tuturnya.
Bahkan, mereka mengatakan apabila sepak takraw merupakan hidupnya.
"Sepak takraw is my life," akunya.
"Seneng terus ada prestasinya, kita juga difalitasi dari situ juga. Jadi mau enggak mau kita harus membuktikan juga. Alhamdulillah hobi jadi profesi juga," lanjutnya.
Mereka bahkan mendapatkan pekerjaan dari prestasinya.
Selain itu, keduanya juga telah memberangkatkan ibadah haji untuk orang tua.
• Ragam Ucapan Selamat Idul Adha 2018 yang Dapat Kamu Bagikan Saat Lebaran
• Ikuti Lomba Foto Instagram Semarak HUT ke-73 RI yang Digelar Setkab: Berhadiah Tabungan
"Tahun 2010 pas pertama ikut Asian Games itu, habis itu dapat bonus Porda dan daftarin orang tua. Sekitar 2014 orang tua berangkat tapi kita enggak tau karena lagi di Korea," terangnya.
Meski menikmati pekerjaannya sebagai atlet sepak takraw, keduanya mengaku sempat merasakan kekecewaan ketika bertanding.
Pertandingan tersebut terjadi ketika SEA Games di Malaysia pada tahun 2017.
Tim sepak takraw putri Indonesia sempat memutuskan walk out saat melawan tim putri Malaysia pada nomor pertandingan regu putri.
Keputusan wasit yang dinilai merugikan Indonesia menjadi alasan Lena dan tim memutuskan pergi meninggalkan lapangan.
"Mungkin karena kesalnya pelatih juga kan, daripada diterusin kaya gitu lagi. Sempat mimpin jauh itu..landing 7 poin," katanya.
Mereka menganggap hal tersebut sebagai pembelajaran dan mengambil hikmah dari kekecewaan.
"Cuman belum rejeki juga...sebenernya itu saling ngalahin," bebernya.
Kini keduanya sudah siap untuk tanding di Asian Games 2018.
"Ibaratnya kita udah dibekali semuanya dari skill, teknik dan vitamin. Pengen cepet main, cepet beres," tegasnya.
Dalam pertandingan nantinya, si kembar kerap mengenakan bandana dengan motif dan warna yang sama.
• Ternyata Gojek Telah Naikkan Tarif Layanan per Kilometer, Ini Rinciannya
• Ikuti Lomba Foto Instagram Semarak HUT ke-73 RI yang Digelar Setkab: Berhadiah Tabungan
Bukan karena untuk gaya-gayaan, namun agar kening mereka tidak lecet.
"Kalau enggak pakai itu pada lecet dan sakit kepalanya. Di Jambi sempet berdarah," tukasnya.
Diketahui, Lena dan Leni sempat memperkuat tim sepak takraw putri Indonesia dan meraih dua medali perunggu pada Asian Games Incheon 2014.
Dua medali tersebut disumbang dari nomor pertandingan tim regu dan regu putri.
Selain itu, di level Asia Tenggara, Lena dan Leni sukses meraih medali perak SEA Games Kuala Lumpur 2017.
Simak Videonya:
Baca tanpa iklan