Ienas Tsuroiya lantas mengatakan yang mengirim aduan itu bertanya soal respon Gus Mus perihal puisi Ustaz Felix Siauw.
• Gaya Berpakaian Tertukar Gus Mus Hadiri Sebuah Acara, Sudjiwo Tedjo Kritik Begini
• Doa Gus Mus di Hari Kemerdekaan: Keindahan Hidup, Kokohkan Jiwa Raga Hingga Belenggu Penjajahan
Ia menjelaskan kala itu hanya menjawab pertanyaan tersebut dengan asal.
Ienas Tsuroiya mengungkapkan mungkin sang ayah akan enggan mengomentari permasalahan tersebut.
"Ketika pengirim pesan menanyakan pendapat Abah tentang hal itu, ya saya jawan asal saja 'paling no comment'," tulis Ienas Tsuroiya.
Ienas Tsuroiya mengaku tak ada niatan untuk membicarakan permasalahan ini dengan Gus Mus.
• Gus Mus: Semoga Pemimpin Negeri Ini diberi Petunjuk oleh Tuhan agar tidak Melupakan-Nya
• Sebut Masyarakat Kerap Salah Pilih Pemimpin, Gus Mus Beberkan Fakta Sebenarnya
"Tak ada niat saya mengganggu Abah dnegan bertanya pendapat beliu," tulis Ienas Tsuroiya.
Pasalnya menurut Ienas Tsuroiya puisi karya sang ayah yang memang femonemal, bukan hanya kali ini saja 'dibajak'.
"Ngapain? Puisi karya Abah yang memang fenomenal itu bukan sekali ini saja dibajak dan diubah semau-maunya," tulis Ienas Tsuroiya.
Hingga Berita Ini Diturunkan TribunJakarta.com Telah Berupaya Menghubungi Ienas Tsuroiya dan Ustaz Felix Siauw.
Bicara Soal Pembakaran Bendera di Garut, Gus Mus Sampaikan Pesan
Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang, KH Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus bicara soal pembakaran bendera.
Gus Mush pun meberikan pesan yang menyejukan terkait adanya insiden pembakaran bendera.
Pesan itu disampaikan Gus Mus pada Acara Mata Najwa, Rabu (31/10/2018).
Seperti diketahui sebelumnya bahwa pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat beberapa waktu jadi sorotan banyak pihak.
Tak sedikit yang menyayangkan insiden pembakaran bendera itu.