Menurut Gus Mus, pembicaraan tentang pembakaran bendera di Garut mesti dihentikan.
Sebab, kata dia, pelaku pembakar bendera telah mengakui kesalahannya.
Begitu juga dengan penegak hukum yang telah bergerak menindak lanjuti kasus pembakaran bendera itu.
"Yang melakukan sudah minta maaf, jadi sudah tak usah bicara itu lagi, pikirkan yang lebih penting," ucap Gus Mus dalam Acara Mata Najwa.
Gus Mus menjelaskan bahwa umat islam menjadi mayoritas di Indonesia.
Untuk itu, umat islam diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan demi menjadikan Indonesia sebagai tempat yang khusyu untuk beribadah hingga silaturahmi.
"Kita perlu mempelopori sebagai mayoritas, caranya, kita kembali kepada ajaran tauhid," kata Gus Mus.
Di sisi lain, Gus Mus pun mengatakan bahwa jangan samapai kebencian membuat untuk tidak berbuat adil.
"Jangan sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum mendorongmu untuk tidak berbuat adil, adil lah, untuk jadikan bangsa ini tempat yang nyaman untuk beribadah dan bersilaturahmi.
Sementara itu dalam Acara Mata Najwa turut hadir sejumlah narasumber lainnya.
Di antaranya adalah Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak, dan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, Alfa Isnaeni.
Kemudian hadir pula Dosen UIN Ssunan Ampel Surabaya, Ainur Rofiq Al-amin dan lain sebagainya.