Hardiyanto Kenneth: Kebebasan Pers Tak Boleh Dibungkam

"Semakin bagus karya jurnalistik maka semakin besar pengaruhnya kepada masyarakat," katanya.

Hardiyanto Kenneth: Kebebasan Pers Tak Boleh Dibungkam
Istimewa
Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Hardiyanto Kenneth (istimewa) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Hardiyanto Kenneth meminta kepada insan pers harus tetap independen dan menjaga objektifitas.

Komentar ini terkait peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Ke-32 yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2018.

"Kebebasan pers tidak boleh dibungkam, dan independensi harus dijaga, jika sudah tidak independen itu sangat berbahaya," kata Kenneth di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Menurut Kent-sapaan akrab Hardiyanto Kenneth, jelang pilkada serentak dan Pilpres 2019 independensi seorang jurnalis benar-benar teruji.

"Sekarang sudah masuk tahun politik, hal ini yang harus diperhatikan oleh kawan-kawan jurnalis. Jangan mendukung salah satu calon, karena nantinya akan berimbas kepada pemberitaan," kata advokat dan pengusaha kelahiran Medan, Sumatera Utara ini.

Dirinya menambahkan, seorang jurnalis harus membuat suatu karya untuk mengarah kepada kontrol sosial dan perubahan sosial.

"Semakin bagus karya jurnalistik maka semakin besar pengaruhnya kepada masyarakat," katanya.

Diketahui, puncak perayaan Hari Pers Nasional 2018 sendiri diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat.

Kegiatan itu langsung dibuka oleh Presiden Joko Widodo, beserta beberapa organisasi wartawan di Indonesia.

Perayaan hari pers tahun ini mengusung tema 'Meminang Keindahan di Padang Kesejahteraan'.

Setidaknya ada beberapa rangkaian acara saat perayaan puncak tersebut, antara lain, konvensi dan seminar paralel mengenai perkembangan media massa.

HPN merupakan kegiatan tahunan diselenggarakan masyarakat pers nasional yang terdiri atas Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved