Satu Keluarga Dibunuh

Firasat Dua Mantan Karyawan di Hari-hari Terakhir Sebelum Teh Emah Tewas Dibunuh

Suara canda dan tawa dua wanita berderai dari salah satu kios di tengah Pasar Kebon Besar, Tangerang, Sabtu (10/2/2018) sore.

Tayang:
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Y Gustaman
Istimewa/TribunJakarta.com
Nova (kiri), Nova (tengah atas), Emah (tengah kiri bawah) Tiara (tengah kanan bawah), Emah (kanan). Ketiganya tewas dibunuh suami dan ayah tiri mereka, Muchtar Effendi, Senin (12/2/2018). ISTIMEWA/TRIBUNJAKARTA.COM 

Para pedagang di kiri dan kanan kios Emah, tahu rekannya tersebut kerap memanggil Effendi sebagai Aki karena faktor usia.

"Dia emang, sebelum ketemu Aki sudah mulai sibuk ikut bazaar malam mas," kata Kyla kepada TribunJakarta.com.

Tak cukup mengandalkan pemasukan dari kios, Emah memanfaatkan pasar malam untuk menjual dagangannya.

Tak sampai sebulan sejak perkenalan malam itu, Effendi memutuskan menikahi Emah, ibu dua putri hasil hubungan dari suami pertama dan keduanya.

Emah merasa kehadiran Effendi bisa meringankan beban hidupnya yang selama ini ekonominya susah terlebih menjadi tulang punggung keluarga.

Setelah bercerai dari suami keduanya yang konon masuk penjara karena karus narkotika, Emah membiayai hidup dan sekolah Nova dan Tiara, lewat berjualan pakaian.

Menurut Kyla, temannya itu mau dinikahi karena Effendi mengiming-iminginya uang untuk menambah modal usaha.

"Saya datang ke nikahan siri mereka mas, ya secara agama sudah sah sih. Tidak ada sebulan mereka ketemu sudah nikah," celetuk Kyla.

Sampai menikah, Emah tak tahu status Effendi, duda atau masih memiliki istri.

Mahar Dua Kios

Sewaktu menikahi Emah, Effendi menjanjikan akan menambah modal usaha dengan membelikan istrinya itu dua kios.

"Dua ruko itu mahar nikah Aki mas untuk Emah," kata Romly, pedagang yang kiosnya dekat milik Emah.

“Sejak menikah dengan Aki, dia membeli dua ruko berjejer di sebelah kios lamanya,” Kyla menimpali keterangan Romly.

Di ketiga kiosnya, dagangan Emah tak hanya pakaian dewasa dan seragam sekolah, tapi juga gamis dan alat salat milik Effendi.

Total luas tiga kios Emah 27 meter persegi, tiga meter ukuran masing-masing kios.

"Semua ruko memiliki ukuran dan harga sewa yang sama," tutur Romly.

Harga sewa satu kios Rp 14 juta, sehingga Emah harus membayar Rp 42 juta untuk semua kiosnya per tahun.

Emah sudah jarang lagi mampir menengok kiosnya setelah menikah, begitu juga Tiara tak pernah terlihat lagi lalu lalang di sana.

Selama ini Yanti-lah yang menunggui ketiga kios Emah.

Pada Senin sore ketika kematian Emah dan dua putrinya tersiar, Yanti segera menutup ketiga kios dan sampai Selasa belum juga berjualan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved