Legenda Warna Merah di Hari Raya Imlek Bisa Mengusir Makhluk Gaib
Jika masyarakat menghias rumah, pakaian, dan aksesoris berwarna merah dapat mengusir makhluk tersebut.
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama | Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
Jika masyarakat menghias rumah, pakaian, dan aksesoris berwarna merah dapat mengusir makhluk tersebut.
Dari kepercayaan orang Tionghoa, makhluk gaib tersebut takut dengan warna merah.
Jadi, tidak heran kalau nuansa merah begitu jelas terlihat saat Imlek.
Baca: Tiket.com Beri Diskon Rp 100 Ribu Untuk Penerbangan Semua Rute
Asal Usul Nian
Dalam mitologi Tionghoa, nian adalah sejenis mahluk buas yang hidup di dasar laut atau di gunung.
Pada musim semi atau sekitar tahun baru Imlek, nian keluar dari persembunyiannya untuk mengganggu manusia, terutama anak-anak.
Nian tidak menyukai bunyi-bunyian ribut dan warna merah.
Oleh sebab itu dalam tradisi Imlek, warga Tionghoa mengenakan pakaian dan mendekorasi peralatan dengan warna merah.
Membakar petasan dan mementaskan tarian singa (barongsai) untuk menakut-nakuti nian.
Ada juga warga yang menempelkan sajak bait ganda (Duilian) di kertas merah untuk mencegah Nian agar tidak kembali.
Kata tahun dalam bahasa Tionghoa juga memiliki karakter yang sama dengan nama nian.
Istilah untuk menyebut hari raya Imlek, guo nian uga berarti mengusir atau melewati nian.
Nian juga dilambangkan dalam tarian barongsai.
Tarian singa atau barongsai adalah tarian yang mempertunjukkan keahlian bela diri dan akrobat, diketahui banyak orang sebagai nian untuk wilayah Tiongkok Selatan.
Di Tiongkok Utara, disebut Rui Shi dianggap anjing F.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/lilin-imlek_20180216_125032.jpg)