Berkat Tiga Wanita Asal Cipete, Sampah Bisa Jadi Uang, Tertarik?
Sampah-sampah yang menggunung di bak sampah warga itu dialihkan menuju bank sampah.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK -Sampah berserakan akan menimbulkan lingkungan kotor.
Akibatnya, sampah yang dibiarkan mengendap berhari-hari itu akan mengeluarkan bau tak sedap.
Bau sampah pun menjadi penyebab penyakit yang menyebar di udara sekitaran lingkungan itu.
Baca: Hujan, Puluhan Pengendara Motor Berteduh di Bawah Flyover TB Simatupang
Tanpa kesadaran dari tiga wanita asal Cipete Selatan ini, mungkin gambaran lingkungan seperti itu bisa menjadi kenyataan.
Lantaran tumpukan sampah kerap menghiasi pemukiman warga Cipete Selatan, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan ini.
Namun, ada rahasia dibalik hilangnya sampah yang sempat singgah sejenak sewaktu dikumpulkan di masing-masing bak sampah warga Cipete Selatan.
Rahasia itu ada di tangan mereka bertiga yakni, Nana, Bainah, dan Fatimah.
Sampah-sampah yang menggunung di bak sampah warga itu dialihkan menuju bank sampah.
Mereka meneruskan jejak pendahulunya mengelola Bank Sampah agar bermanfaat bagi warga.
"Sejak 2014 udah dibangun bank sampah disini. Tapi sampe sekarang terus menurun anggotanya, sampe yang aktif hanya kita bertiga aja (Nana, Bainah, Fatimah) mengelola sampah warga di bank sampah," terang Nana selaku anggota yang melakukan pencatatan nasabah.
Baca: Yuk Mengintip Bukti Cinta di Mausoleum Petamburan
Nana menuturkan bank sampah mengubah tumpukan sampah menjadi pundi-pundi keuntungan.
Namun, ada syarat yang harus dipenuhi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bank-sampah_20180218_071853.jpg)