Viral Porter Perkasa di Pantai Sanur: Sehari Mampu Angkat 4 Motor

Ketika kapal cepat merapat di tepi Pantai Sanur, I Nyoman Kalor bergegas menyambanginya lalu mengangkat barang-barang bawaan penumpang.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
Tribun Bali/I Putu Supartika
I Nyoman Kalor saat mengangkut barang milik penumpang kapal cepat di Pantai Sanur, Bali, Minggu (18/2/2018) siang. TRIBUN BALI/I PUTU SUPARTIKA 

"Kasihan kan yang punya motor harus segera pulang, sehingga mau tak mau harus dicoba. Saya juga berpikir, mengangkut beras 100 kilogram saja bisa, kenapa mengangkat motor yang beratnya kurang dari itu tidak bisa," ujar pria yang berusia 45 tahun.

Sejak 10 tahun yang lalu ia mengangkut sepeda motor dengan pundaknya. Awalnya ia belajar menjaga keseimbangan tubuh terlebih dahulu apalagi saat di air.

Kondisi ombak juga sangat mempengaruhi langkahnya.

Jika ombak besar, maka ia akan menunggu celah melewati ombak tersebut menuju ke kapal cepat begitu juga sebaliknya.

"Lihat juga kondisi ombak. Kalau besar tidak berani, kasian motor orang. Kalau jatuh sih nggak dimarahi tapi perasaan juga, tidak enak" kata lelaki asal Banjar Pengalusan, Desa Klumpu, Nusa Penida yang kini tinggal di Batubulan ini.

Kalor yang sudah bekerja mengangkut barang penumpang boat selama 31 tahun ini, mengaku dalam sehari ia bisa mengangkut sampai empat sepeda motor.

Namun, kadang-kadang sampai dua hari tak mengangkut sepeda motor dan hanya mengangkut bawaan penumpang berupa koper, maupun barang lainnya.

Biasanya Kalor akan mendapat banyak job mengangkut sepeda motor saat liburan sekolah dan awal sekolah.

"Biasanya saat anak-anak libur sekolah baru banyak. Ada yang libur dua minggu sampai satu bulan kan harus membawa motor pulang. Begitu juga pas awal-awal sekolah. Hari biasa tidak tentu, kalau ada paling hanya satu motor," ungkapnya.

Ia tidak pernah mematok bayaran kepada orang yang menggunakan jasanya. Biasanya ia mendapat Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk mengangkut satu motor.

"Saya tidak mematok harga, kasian orangnya. Paling saya dapat lima puluh ribu. Kalau ombak besar, saya kan lama nunggu ombak, mungkin karena kasihan dikasi seratus ribu," imbuh Kalor.

Dengan menjadi tukang angkut barang, dalam sehari ia mendapat penghasilan rata-rata Rp 500 ribu.

Mengandalkan pekerjaannya itu, ia kini bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan empat orang anaknya.

Tiga anaknya sedang menempuh studi di kampus swasta di Denpasar dan yang satunya lagi masih duduk di bangku SMA.

"Biar bisa makan saja. Lumayan bisa menghidupi istri, empat anak dan satu keponakan," kata Kalor.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved