Penumpang Transportasi Umum, Minta Adanya Integrasi Satu Kartu

Wiwid, penumpang Transjakarta, mengeluhkan kartu yang disediakan tidak bisa digunakan pada jenis transportasi yang berbeda.

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tribunews.com
Penumpang Trans Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Saat ini sistem pembayaran tarif transportasi umum menggunakan sistem non tunai atau menggunakan kartu.

Kartu yang disediakan oleh Pemerintah yang bekerja sama dengan badan usaha transportasi berbeda-beda pula.

Wiwid, penumpang Transjakarta, mengeluhkan kartu yang disediakan tidak bisa digunakan pada jenis transportasi yang berbeda.

"Iya saya kan kerja pengguna Transjakarta dan KRL, kartu yang dikeluarin aja sendiri, sendiri kan, kecuali mungkin yang dikeluarkan oleh bank, jadi sebenernya agak ribet gitu ya," kata Wiwid, Sabtu (24/2/2018), Halte Pertanian, Jakarta Selatan.

Baca: Banjir di Brebes, Penumpang Kereta Eksekutif Cilacap - Jakarta Rasakan Imbasnya

Wiwid menambahkan program OK OTrip akan lebih baik menggunakan kartu Transjakarta yang sudah ia punya.

"Kayak OK OTrip kemarin, kartunya mesti beli lagi, coba aja bisa pake kartu Transjakarta yang udah saya punya, itu akan lebih bagus," ungkap Wiwid.

Menurutnya dengan banyak kartu yang beredar penumpang justru tidak tertarik untuk mengikuti program yang ada, kecuali orang-orang yang tiap hari pengguna seperti dirinya.

"Kalau untuk orang yang bukan pengguna sehari-hari, menurut saya sih malesin aja pegang banyak kartu, mesti isi saldo dulu, mendingan cash aja langsung kasih ke sopir," ujar Wiwid.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved