Pedagang Kapok Jualan Permen Gara-gara Kasus Anak SD Sesak Napas
"Biasanya saya jual mainan, ini baru aja tambah jual permen kemarin," ujar N, Kamis (8/3/2018).
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri
TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR TENGAH – Tiga hari berjualan permen, seorang pedagang di SDN Panaragan 1 Kota Bogor tidak menduga bakal tersandung musibah.
"Biasanya saya jual mainan, ini baru aja tambah jual permen kemarin," ujar N, Kamis (8/3/2018).
N mengatakan dirinya sudah 10 tahun berjualan mainan di depan sekolah tersebut.
Baca: PT KAI Tawarkan Promo Tiket Mulai Dari Rp 50 Ribu
Dari keterangannya, tidak ada permasalahan besar yang ia alami dengan pihak sekolah selama berdagang.
"Bener-bener enggak tahu saya mas kalau permen yang saya jual ternyata begitu," ungkap N.
N membeli beberapa bungkus permen di Pasar Bogor.
"Saya ditawarin sama yang jual, ini aja pak bagus enak nih pak, begitu mas," kata N.
N membeli satu bungkus permen itu di pasar seharga Rp 7 ribu.
Baca: Lihat Kunci Masih Terpasang, Pria Pengangguran Ini Bawa Kabur Motor di Parkiran
Satu kemasan berisikan 10 bungkus-bungkus kecil di dalamnya.
Satu bungkus kecil permen dijual N seharga Rp 1.000 kepada anak-anak sekolah dasar.
Sisa permen yang dijual oleh N itu kemudian disita oleh kepolisian untuk diuji laboratorium di Dinas Kesehatan.
Kini setelah mengetahui ternyata permen itu bermasalah, N memutuskan untuk tidak menjual permen lagi.
"Takut saya mas, permen-permen merek lainnya saya bawa pulang, mending jual mainan aja," ujar N.
Kemarin, Rabu (7/2/2018) warga Kota Bogor dihebohkan dengan permen ajaib yang ramai dibeli siswa Sekolah Dasar (SD).
Sebab, ada siswa SD yang mengalami sesak nafas usai mengonsumsi permen yang dibeli di depan sekolahnya.
Dua Siswi SDN Panaragan 1 Kota Bogor mengalami hal yang tak diduga usai mengonsumsi permen yang dibeli di depan SD-nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/permen-sd_20180307_152907.jpg)