Melek Sampai Tengah Malam, 2 Pengamen Cilik Ini Kumpulkan Recehan Untuk Uang Jajan
Kendati jarum jam sudah menunjukan pukul 00.00, tapi keduanya masih bersemangat memainkan lagu 'Tanah Airku'.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Widie Henaldi
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK- Dibawah keremangan lampu , Esmeralda dan Pepet mengalunkan musik yang menggunakan alat musik pianika di lampu merah Jalan Ir H Djuanda, Kota Depok.
Kendati jarum jam sudah menunjukan pukul 00.00, tapi keduanya masih bersemangat memainkan lagu 'Tanah Airku'.
Sembari berkejaran dengan waktu pergantian lampu pengatu lalu lintas, dua bocah SMP itu bergegas menyodorkan bungkus tempat bekas permen ke pengendara untuk meminta uang recehan.
Baca: Sylviana Murni : Tak Ada Habisnya Kenalkan Budaya Betawi yang Sangat Beragam
"Terima kasih om, makasih semoga sukses selalu ya om," ujar Esmeralda kepada seorang pengendara yang melintas.
Seketika warna lampu yang hendak berganti, mereka berdua pun duduk di trotoar untuk menghitung hasil jerih payahnya.
Menurut ibu kedua anak itu, Esmeralda mengamen untuk keperluan jajannya sendiri.
Baca: Chika Jessica Hengkang dari Hitam Putih, Deddy Corbuzeir: Udah Pernah Berkelas, Balik Lagi Jadi Alay
"Esmeralda anak saya yang satu lagi bukan. Saya engga nyuruh dia ngamen, karena saya juga engga dapet apa-apa dari dia. Dia ngamen buat jajannya," ujarnya kepada TribunJakarta.com.
Wanita yang menolak menyebutkan namanya mengaku tidak suka anaknya turun ke jalan.
"Saya sempet marah besar. Awalnya saya titipin dia duit Rp 350 ribu buat jajannya. Saya tinggal berobat ke Jakarta. Sewaktu saya balik duitnya ilang dan dia belum makan selama dua hari. Saya lihat dia ngamen di jalan. Pas di jalan itu juga saya gebukin," katanya.
Baca: Nyanyikan Lagu Jaran Goyang Bule di Los Angeles Ternyata Raja Dangdut dari Amerika
Menurutnya, Esmeralda bisa mengantongi sehari 40 ribu rupiah dalam satu kali ngamen di perempatan lampu merah itu.
"Dia sehari dapet Rp 40 ribu. Saya engga pernah minta. Ya udah buat dia jajan. Kasian juga udah yatim," ungkapnya.
"Saya bolehin ngamen malem. Jadi jam 7 pagi sekolah sampe jam 1 siang. Trus belajar sampe jam setengah 3. Nah abis itu tidur sampe sore. Malemnya boleh ngamen," tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pengamen_20180310_092946.jpg)