Harga Masih Mahal, Pedagang Bumbu Ini Ogah Jual Cabai di Pasar Bukit Duri

Ibu Mak (nama panggilan) penjual sayuran serta bumbu, kini hanya menjual cabai keriting serta cabai rawit hijau di kiosnya.

TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Cabai di Pasar Bukit Duri 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Seorang pedagang di pasar Bukit Duri Tebet enggan menjual cabai rawit merah di kiosnya lantaran harganya yang sangat mahal.

Hal ini disampaikan pada TribunJakarta.com Senin, (12/3/2018) pukul 8.40 WIB di pasar Bukit Duri Jakarta Selatan.

Ibu Mak (nama panggilan) penjual sayuran serta bumbu, kini hanya menjual cabai keriting serta cabai rawit hijau di kiosnya.

Baca: Ini Siasat Pemilik Warteg Hadapi Kenaikan Harga Cabai

"Mahal banget masih harganya, jadi kita gak jual, sampe Rp.80 ribu sekilo, jadi jualnya yang itu aja" ungkap anak dari ibu Mak pada TribunJakarta.com.

Menurut keterangan beberapa pengunjung pasar, memang ibu Mak ini adalah salah satu pedagang yang cukup laris di pasar Bukit duri.

Kiosnya pun lengkap menjual segala kebutuhan pangan mulai dari sayur sayuran, bumbu dapur, hingga bumbu instan.

Baca: Ribuan Tutup Tabung Gas Oplosan Masih Berserakan di Lokasi Penggerebekan Tangerang

"Kadang suka beli cabai segala di tempat Mak, biasanya sayurannya bagus bagus, tapi emang cabai lagi mahal jadi jualnya pada hijau hijau semua" kata Tuti pengunjung pasar.

Tak hanya ibu Mak, beberapa pedagang lainnya pun ikut melakukan hal yang serupa.

Diantaranya lebih memilih tak menjual cabai rawit merah lantaran takut rugi dan tidak laku.

"Iya pembeli suka males beli kalo mahal, larinya ke cabai keriting semua, takut pada layu nanti sayang malah rugi" ungkap salah seorang pedagang lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved