Aturan Ganjil Genap

Kapolri dan Menhub Luncurkan Paket Kebijakan Ruas Tol Jakarta-Cikampek

Kapori mengatakan, lalu lintas Jakarta Bekasi khususnya di tol Japek merupakan jalur yang cukup padat kendaraan setiap harinya.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Kapolri Jendral Tito Karnavian (tengah), Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (kanan). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Menteti Perhubungan Budi Karya Sunadi melaunching paket kebijakan ruas Tol Jakarta - Cikampek (Japek) pada hari Senin (12/3/2018)

Acara yang berlangsung di Mega City Bekasi Barat, depan Pintu Tol Bekasi Barat itu juga menandakan diterapkannya paket kebijakan guna menata kepadatan kendaraan di ruas tol Japek.

Paket kebijakan tersebut diantaranya, penerapan ganjil genap kendaraan golongan I di dua pintu tol arah Jakarta yakni Bekasi Barat dan Bekasi Timur mulai jam 6 sampai 9 pagi.

Kemudian, pembatasan kendaraan golongan II, III IV dan V di ruas jalan tol Japek dari jam 6 sampai jam 9 pagi.

Lalu penerapan jalur lintasan khusus kendaraan umum di ruas jalan tol Japek.

Baca: Film Dilan 1990 Nyaris Nembus 7 Juta Penonton Muncul Tagar #Tolakdilanturunlayar, Kenapa?

Baca: Anak Bos Matahari Punya Gaya Hidup Sustainable Suzy, Apa Itu?

Kapori mengatakan, lalu lintas Jakarta Bekasi khususnya di tol Japek merupakan jalur yang cukup padat kendaraan setiap harinya.

Untuk itu, pihaknya melalui Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan serta stakeholder terkait merusmuskan kebijakan untuk mengurangi kemacetan melalui paket kebijakan yang diterapakan.

"Mudah-mudahan ini jadi obat untuk kurangi kemacetan dan masyarakat tertolong," ungkap Tito

Baca: Kondisi Terkini Korban Penganiayaan Siswi yang Berebut Cowo

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menagaskan, paket kebijakan yang hari ini mulai diterapkan juga merupakan kebijakan yang telah dirumuskan selama kurang lebih 7 bulan.

"Bagaiman kita ingin, mengimprov lalu lintas di Jabodetabek ini, keterlibatah masyarakat harus maksimal, sebesar apapun kritik harus kita terima untuk kemudian jadi bahan evaluasi untuk kita," jelas Menhub.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved