Buka Suara Terkait Program Alay, Artis Nabila Putri: Cobalah Lebih Pintar dalam Menciptakan Tayangan

"Lagi rame banget pro kontra tentang program "alay", aku sih yes ! Tapi mungkin lebih nyaman menyebutnya program 'kurang mendidik',"

Penulis: Ilusi Insiroh | Editor: Ilusi Insiroh
Instagram
Nabila Putri. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aktris yang juga pembawa acara, Nabila Putri ikut turut mengeluarkan suaranya perihal program alay.

Tak hanya itu, Nabila juga menceritakan kalau dirinya pernah ditawari jadi co-host di suatu acara, tapi Nabila menolaknya.

Diansir dari laman Instagramnya, Nabila menuliskan suaranya pada Rabu (14/3/2018).

"Lagi rame banget pro kontra tentang program "alay", aku sih yes ! Tapi mungkin lebih nyaman menyebutnya program "kurang mendidik", agak miris dengan tayangan tv sekrang yang banyak mengarah ke body shame, kasar, membuka aib orang, yang lebih menyedihkan lagi semua itu digunakan sebagai materi yang "lucu"," tulisnya dalam unggahan di insta story miliknya.

Baca: Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Banten Menanyakan Transparansi PN Tangerang

Instagram Story.
Instagram Story. (Instagram)

Ia juga mengajak untuk lebih pintar dalam menciptakan sebuah program yang akan ditayangkan di televisi.

Pro dan kontra yang terjadi saat ini mengingatkan dirinya yang pernah ditawari untuk menjadi pengisi sebuah program acara, namun ia menolaknya.

"Aku kan anaknya belaaaagu bingits, Berulangkali aku tolak dengan alasan yang jelas 'saya ngga mau berperan dengan gimmik' yang kalian minta," tulisnya.

Tak hanya menjadi bintang tamu, Nabila juga pernah ditawari menjadi co-host, namun ia kembali menolaknya.

"saya tolak dengan gemas, karena saya pnya feeling ini akan menjadi program yang kurang mendidik, dan ternyata menurut kaca mata saya, sesuai prediksi," katanya.

Program-program yang mempublikasikn masalah pribadi, seolah meluruskan masalah setiap orang.

Tapi tidak menurut Nabila.

"tapi menurut saya tidak pantas. kalian ini menjadi hakim untuk masalah hidup orang lain," ucapnya.

Wanita kelahiran Purwokerto ini mengajak semua orang untuk berbicara tentang prestasi, bukan sebuah sensasi.

Karena menurutnya banyak sekali hal yang tidak pantas untuk dijadikan bahan candaan atau sebuah lelucon.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved