Kendaraan Pribadi Dilarang Parkir di GBK Saat Asian Games

Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dengan cara itu juga bertujuan agar menimbulkan disiplin hidup sehat.

Editor: Adiatmaputra Fajar Pratama
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Sejumlah Jakmania menebus hujan untuk segera masuk ke dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (14/3/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - kendaraan pribadi bakal dilarang parkir di kawasan Gelora Bung Karno.

Hal itu dilakukan hanya pada saat perhelatan Asian Games 2018 berlangsung

"Kok GBK gak boleh masuk mobil? Tidak ada salahnya juga kita berjalan kaki," ucap Presiden Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Erick Thohir di Media Centre Stadion Utama Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).

Baca: 5 Lagu India Ini Masih Yang Paling Terpopuler Hingga Kalangan Jaman Now

Hal itu juga sebagai langkah mendukung masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

Pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dengan cara itu juga bertujuan agar menimbulkan disiplin hidup sehat.

"Biasa mendisiplinkan diri, antri dan lain-lain. Apapun kontribusi kita, sekecil apapun itu kita membantu dunia kita yang semakin tua," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Winarto menambahkan hal tersebut akan dilakukan selama dimulainya pertandingan Asian Games 2018 pada bulan Agustus hingga berakhir.

Baca: Arus Lalu Lintas di Depan Pasar Kramat Jati Macet

Kawasan Senayan yang dimaksud tak hanya di Stadion Gelora Bung Karno saja, namun juga Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, pintu satu Stadion Gelora Bung Karno, dan sebagian Jalan Sudirman.

“Tidak ada kendaraan yang boleh masuk ke kawasan Senayan ini. Itu nanti akan tertutup untuk kendaraan pribadi, jadi orang hanya bisa parkir di luar kawasan itu,” kata Winarto.

Hingga saat ini, lanjutnya masih terus dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait rencana tersebut.

Baca: Narkotika Jenis Ini yang Menyebabkan Banyak Pecandu Direhabilitasi di BNN Tangsel

Pihaknya pun sedang melakukan diskusi untuk mencari daerah yang bisa dijadikan alternatif sebagai kantung parkir.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved