Breaking News:

Sindikat Hacker Ditangkap

Orangtua Hacker Asal Surabaya Sempat Cerita Anaknya Sudah Bisa Cari Uang Sendiri

Mereka adalah KPS warga Sawahan, NA warga Kecamatan Gubeng, dan ATP yang berasal dari Banyuwangi.

TribunJAtim/Istimewa
Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pengungkapan perkara ilegal akses terhadap sistem elektronik milik orang lain yang dilakukan oleh Kelompok Hacker Asal Surabaya. Ketiga tersangka itu berinisial NA, KPS, ATP 

TRIBUNJAKARTA.COM, SURABAYA - Sindikat hacker asal Surabaya ditangkap Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya.

Ketiganya masih berstatus mahasiswa yang diduga meretas ratusan sistem elektronik baik di dalam maupun luar negeri.

Mereka adalah KPS warga Sawahan, NA warga Kecamatan Gubeng, dan ATP yang berasal dari Banyuwangi.

Sejumlah warga Kupangkrajan, Sawahan mengaku kaget saat mengetahui salah satu hacker yang ditangkap FBI adalah tetangga mereka sendiri.

Baca: JR Saragih Tetap Tenang: Terancam 6 Tahun Penjara Sampai Demokrat Siapkan Praperadilan

KPS (21), salah satu anggota Surabaya Black Hat yang melakukan peretasan ribuan sistem elektronik bersama lima temannya itu, sering diceritakan sang ibu kepada para tetangga sudah menghasilkan uang sendiri sejak lama.

"Ibunya orangnya ramah, orangtuanya ramah semua. Cuma anaknya yang tidak pernah interaksi sama orang, jarang. Ibunya juga pernah cerita kalau anaknya sudah bisa cari uang sendiri, bilangnya 'sudah cari uang sendiri mbak', pernah bilang begitu," aku Maria, perempuan yang tak mau menyebutkan nama aslinya itu.

Maria mengaku, meski anaknya sudah tertangkap namun tetangga juga tidak berani.

Baca: Coba Kabur dari Kejaran BNN, Pengedar Sabu Asal Taiwan Ceburkan Diri ke Kali Ancol

"Keluarganya terlihat hidup cukup, ayahnya KPS itu orang pandai Sarjana Hukum. Anak-anaknya juga pandai, kayak KPS begitu, KPS pernah diundang Bu Risma saya lihat ada pialanya. Adik KPS juga pandai, kuliah di Stikom seperti kakaknya," aku Maria.

Perempuan berkerudung ini mengungkapkan, dia berharap masalah tersebut segera selesai.

"Dia kan masih remaja, semoga permasalahan segera selesai," tambahnya.
(Tribun Jatim/Pipit Maulidiya)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved