Sejak 2014 Terjadi Penumpukan Sampah di Muara Angke
Hingga sekarang sampah-sampah yang kebanyakan plastik dan botol bekas minuman itu masih saja menumpuk
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tumpukan sampah di pinggiran laut Jakarta di sekitar Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, ternyata sudah sejak tahun 2014.
Namun fenomena itu bukannya tidak diatasi. Hanya saja tidak berjalan maksimal akibat kondisi alam.
Salah satu penjaga Kawasan Hutan Mangrove, Roni (65) mengatakan sebenarnya beberapa petugas kebersihan sering mengangkut sampah di lokasi.
Bahkan untuk mencegah sampah di tepi laut, banyak bambu yang sengaja dipancang.
“Dulu pertama kali saya di sini (tahun) 2014, belum ada pancangan. Sebelum ada pancangan banyak (sampah) emang, nah sama orang sini diambilin sampahnya," ungkapnya, Jumat (16/3/2018).
Baca: Sandiaga Uno Ingin Partisipasi Masyarakat dan PHL Terlatih untuk Bersihkan Teluk Jakarta
Namun hal itu tidak banyak berpengaruh. Hingga sekarang sampah-sampah yang kebanyakan plastik dan botol bekas minuman itu masih saja menumpuk.
Pasalnya ombak yang menerjang begitu besar.
“Awalnya dibuat pancangan supaya nggak masuk, tapi kan namanya ombak nggak ketulungan. Akhirnya begini ini, sampahnya jadi menumpuk,” sambungnya.
Roni menambahkan sudah ada petugas yang datang melihat tumpukan sampah tersebut. Hanya saja Roni tidak mengetahui asal instansi petugas yang datang.
“Mungkin mau dibersihin tapi nggak tahu kapan bersihinnya,” ucapnya. (Junianto Hamonangan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tempat-pembuangan-sampah-di-kali-pojok-yang-berada-di-jalan-stasiun-angke-jakarta-barat_20180315_120437.jpg)