Siswa SMA di Jakarta Selatan Ini, Tak Malu Gowes Sepeda Onthel Pulang-Pergi Sekolah
Muhammad Azka atau akrab disapa Azka, lebih memilih naik sepeda onthel kuno pulang dan pergi menuju sekolahnya di SMAN 60 Jakarta Selatan.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, BANGKA - Berbeda dengan kebiasaan anak seusianya yang mengendarai sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.
Padahal, mereka belum tentu memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) lantaran umurnya belum mencukupi membuat SIM.
Namun Muhammad Azka atau akrab disapa Azka, lebih memilih naik sepeda onthel kuno pulang dan pergi menuju sekolahnya di SMAN 60 Jakarta Selatan.
"Saya memang hobi sepedaan. Dulu kan saya main fixie. Cuman pas liat engkong-engkong bawa onthel, enak juga dilihat akhirnya saya beralih ke onthel," kata Azka kepada TribunJakarta.com, Senin (19/3/2018).
Awal kisah ketertarikannya dengan onthel lantaran sang kakek, yang dulunya pecinta sepeda onthel.

"Awalnya sepeda ini punya engkong saya. Dulu dia main onthel juga trus dikasih om saya. Om saya pretelin sepedanya biar awet. Saya tertarik trus saya minta sama om. Saya rakit sendiri," ujarnya.
Menurutnya, untuk merakit sepeda kuno menghabiskan uang ratusan ribu Rupiah.
"Ini sepeda tahun 85 kata engkong saya. Saya nambah beli velg, jari-jari kemudian ngerombak engga abis banyak paling Rp 800 ribuan. Yang mahal satu set ban bisa habis Rp 500 ribu sendiri," kata siswa kelas tiga SMA itu.
Dirinya pun acapkali bersepeda di kala akhir pekan dengan sepeda onthel kesayangannya.
"Saya mulai sepedaan onthel ini bulan Desember sampe sekarang belum berpindah kemana-mana. Saya ikut Car free day-an di Bundaran HI," katanya.
Baca: Jefri Membantu Menyebrang 900 Murid ke Sekolah Setiap Hari
Baca: Politikus Nasdem Ingatkan Gubernur DKI Dampak Negatif Melegalkan Becak
Sejak menekuni hobi barunya inim dia juta mempelajari mengenai sepeda ini.
"Klo kata engkong orang Betawi, sepeda onthel ada Lakian sama Cewean. Yang lakian agak atasan, kalau Cewean rangkanya lebih turun kayak punya saya," katanya.