Kisah Ahmad, Penjual Jas Hujan Keliling yang Mengeluh Sepi Pembeli
"Dari awal tahun ini penjualan menurun yang biasanya bisa jual 48 jas hujan sekarang untuk 12 jas hujan saja susah banget," ujar Ahmad
Penulis: Muslimin Trisyuliono | Editor: Wahyu Aji
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Muslimin Trisyuliono
TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK -- Ahmad (47) penjual jas hujan keliling keluhkan penjualannya semakin menurun, Kamis (22/3/2018).
Bila hujan turun, sering dijumpai pedagang jas hujan keliling dengan harga Rp 10 ribu.
Salah satunya Ahmad yang biasa disapa Mamat, yang sudah berjualan jas hujan keliling sejak tahun 2016.
Dirinya mengeluh penjualannya semakin menurun.
"Dari awal tahun ini penjualan menurun yang biasanya bisa jual 48 jas hujan sekarang untuk 12 jas hujan saja susah banget," ujar Ahmad kepada wartawan Tribun Jakarta.com di Jalan Margonda Depok.
Ahmad membeli jas hujan plastik dari agen yang berada di Bojong Gede dengan harga Rp 5 ribu untuk satu jas hujan.
Pria yang kesehariannya berjualan kopi disekitar Jalan Margonda Raya ini tidak pernah absen berjualan jas hujan saat hujan melanda kota Depok.
Saat hujan Ahmad selalu mendatangi pengendara motor yang sedang berteduh dipinggir jalan Margonda Raya.
"Sehari-hari saya jualan kopi pakai sepeda cuma kalau hujan pasti jualan jas hujan biasanya saya datangi orang yang lagi neduh dipinggir jalan," tambahnya.
Dalam sehari ahmad pernah bisa mendapatkan Rp 500 ribu dalam sehari namun untuk saat ini hanya semakin menurun Rp 60 ribu sehari.
"Dahulu saya bisa dapat Rp 500 ribu sehari sekarang paling bisa dapat Rp 60 ribuan sehari, malah pernah ditawar satuannya Rp 8 ribu," katanya.
Suka duka sering dialami Ahmad yang melihat cuaca sudah mendung namun tidak turun hujan sehingga ia tidak mendapatkan uang.
Seperti saat ditemui TribunJakarta.com ia baru bisa menjual empat jas hujan saja.
Namun Ahmad tetap semangat menjajakan dagangannya meski penjualannya semakin menurun.