Mengapa Gaun Pengantin Cenderung Berwarna Putih? Ini Dia Sejarahnya
Umumnya mempelai wanita akan mengenakan gaun pengantin putih sebagai pakaian untuk acara akad nikah.
Penulis: rohmana kurniandari | Editor: rohmana kurniandari
TRIBUNJAKARTA.COM - Warna putih memang menjadi tren gaun pengantin selama berabad-abad.
Umumnya mempelai wanita akan mengenakan gaun pengantin putih sebagai pakaian untuk acara akad nikah.
Namun, pernahkah Anda berpikir kenapa pengantin cenderung mengenakan gaun berwarna putih?
Menurut majalah Brides, 93 persen pengantin memilih gaun warna putih pada hari pernikahannya, tahun 2016.
Dalam sejarah tradisi barat, penggunaan gaun warna putih mulai dikenal sejak tahun 1406 di mana Phipippa of England, putri Henry IV memilih gaun putih saat menikah dengan Eric dari Pomerania, dikutip dari The Vintage News, Kamis (22/3/2018).
Ada juga Mary, Ratu Skotlandia yang memilih gaun putih untuk pernikahannya di tahun 1559, meskipun ia melawan norma dan menuai kontroversi.
Pada saat itu, gaun pengantin untuk keluarga kerajaan dan keluarga terpandang biasanya berwarna merah atau bahkan hitam.
Sedangkan, warna putih adalah warna berkabung bagi wanita Perancis.
Lalu, tren gaun pernikahan warna putih mulai benar-benar mendapat perhatian kala pernikahan Ratu Victoria yang menikah dengan sepupunya, Albert of Saxe-Coburg and Gotta pada 10 Februari 1840.
Ratu Victoria menikah dengan Pangeran Albert pada 10 Februari 1840. (The Vintage News)
Sama seperti sebelumnya, pilihan gaun putih Ratu Victoria ini juga menimbulkan kontroversi.
Pasalnya, saat itu gaun yang lebih populer yaitu gaun berwarna.
Ratu Victoria yang mendapat tahtanya pada usia 18 tahun itu memilih gaun putih berbahan sutra satun yang ditenun di London Timur.
Gaun itu dihiasi renda buatan tangan Honiton dan kemudian menjadi populer di sana.
Lukisan Ratu Victoria (The Vintage News)
Tanpa bulu atau beludru, gaun yang dikenakan Ratu Victoria dinilai sangat sederhana oleh pengamat kerajaan.
Ia bahkan memilih rangkaian bunga untuk menghiasi kepalanya.
Gaun sederhananya itu dipadupadankan dengan sepatu yang terbuat dari satin dengan pita kecil yang diikat di pergelangan kakinya.
Pada saat pernikahannya itu, 12 pengiring pengantin juga mengenakan gaun putih beraksen bunga mawar putih.
Meski menjadi hal yang tak biasa kala itu, gaun pengantin Ratu Victoria mendapat sambutan luas dan menjadi standar baru dalam urusan gaun pernikahan.
Ia pun dikabarkan sangat menyukai gaun tersebut dan Beatrice, anaknya, menggunakannya kembali sebagai gaun pernikahannya pada 1885. (TribunJakarta.com/Rohmana Kurniandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/gaun-pengantin-putih_20180322_201735.jpg)