Jusuf Kalla dan Boediono Blak-blakan Perihal Suka Duka Jadi Orang Nomor Dua, Jawabannya Tak Terduga
Lalu bagaimanakah tanggapan mereka mengenai posisi sebagai orang nomor dua di Indonesia? Mari Kita simak kisahnnya!
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Rr Dewi Kartika H
JK mengatakan dirinya dapat berbuat sesuatu, namun apabila perbuatannya salah atau tidak tepat maka yang akan bertanggung jawab adalah orang nomor satu (presiden).
"Oh enaknya kita boleh berbuat sesuatu yang bertanggung jawab nomor satu," ujar JK
Mendengar jawaban JK seluruh penonton yang hadir di studio tertawa.
Jk juga menambahkan jika dia melakukan kesalahan maka presiden lah yang akan dipanggil oleh DPR.
"Kalau kita salah bukam kita yamng dipanggil ke dpr," kata JK.
Baca: Pengusaha Hingga Politisi Terkenal Indonesia Beli Gadis Perawan di Cinderella Escorts
Setelah menyebutkan enaknya jadi wakil presiden, politisi senior itu blak-blakan kalau setiap kerja kerasnya akan diatas namakan orang nomor satu
"Kalau kita kerja keras atas nama nomor satu juga," tambah JK
Setelah JK giliran Budiono yang menjawab pertanyaan enak tidak enaknya jadi orang nomor dua.
Tidak menjawab secara terang-terangan, Boediono menyetujui pernytaan Jk yang sebelumnya.
"Ya itu nasib orang nomor dua," ujar Boediono.
Dengan mengejutkan JK kembali mmeberikan pernyataan soal tidak enaknya jadi orang nomor dua, yakni gaji yang lebih kecil dibanding ornag nomor satu.
"Gajinya lebih kecil," ujar JK.
Jusuf Kalla ditanya: Enak jadi wakil presiden-nya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Jokowi?
"@Pak JK: enakan mana pak, jadi wapresnya pak Jokowi atau wapresnya pak SBY? Dan apa kelebihan dan kekurangan dari kedua presiden tersebut?" tulisnya.