Jusuf Kalla dan Boediono Blak-blakan Perihal Suka Duka Jadi Orang Nomor Dua, Jawabannya Tak Terduga
Lalu bagaimanakah tanggapan mereka mengenai posisi sebagai orang nomor dua di Indonesia? Mari Kita simak kisahnnya!
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Rr Dewi Kartika H
Setelah mendengar pernyataan itu, Jusuf Kalla langsung tertawa, tak langsung menjawab.
"Tidak etis untuk menilai atasan. Kalau saya menilai tentu tidak enak, tidak bagus, jangan begitu, " jawabnya sembari disambut tertawa dari penonton di studio.
Dengan sigap Najwa Shihab pun menambahkan pertanyaan lain.
"Kalau begitu memuji dua-duanya deh pak. Pujiannya harus beda tapi pak," potong Najwa Shihab.
Baca: Google Doodle: Cerita Singkat Seorang Anandi Gopal, Dokter Wanita Pertama India
Akhirnya Jusuf Kalla pun mau melontarkan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Menurut politikus senior asal Sulsel ini, pada era Presiden Joko Widodo, semua hal itu dirapatkan.
"Sehingga rapat itu boleh 2 sampai 3 kali seminggu," ungkap Jusuf Kalla.
"Semua dirapatkan, semua hal-hal dimusyawarahkan," imbuhnya.
Namun, karena keseringan rapat, Jusuf Kalla mengaku jadi tidak bisa pergi ke mana-mana.
"Kalau sekarang, pergi tiba-tiba dipanggil pulang," katanya sembari terkekeh.
Baca: Band Hardcore Punk AS, Agnostic Front Tampil Perdana di Indonesia, Catat Tanggalnya!
Najwa Shihab sebagai host acara tersebut sempat heran.
"Loh, saya ngiranya malah sebaliknya tuh pak? (maksudnya justru zaman Pak SBY yang lebih banyak rapat kabinet dibanding era Jokowi)," sela Najwa.
Tapi setelah itu, Jusuf Kalla malah menambahkan bahwa di era SBY rapatnya hanya sekali dalam seminggu.
"Tapi zaman waktu SBY kurang rapat bagus juga, jadi bebas untuk ke mana-mana," tambahnya politikus senior partai Golkar itu.