Malas Ganti Seprei? Ini Bahaya yang Akan Mengancam Kesehatan Anda

Namun, pernahkah Anda membayangkan ada sesuatu yang tersembunyi di celah atau serat sprei Anda?

Tayang:
Brit + Co
Ilustrasi 

Sebuah penelitian pada 2015 melhat kontaminasi jamur di tempat tidur.

Para peneliti menemukan, bantal bulu dan sintetis yang berusia satu setenagh hingga 20 tahun memiliki 4 hingga 17 spesies jamur berbeda.

Baca: Foto Bareng Dj Butterfly Netizen Salah Fokus dengan Bentuk Tubuh Ayu Ting Ting, Ada Apa?

Tierno mengibaratkan jamur yang menumpuk ini seperti puing-puing yang menutupi kota Roma.

"Anda tahu bagaimana Roma tertutupi (puing-puing) dan kita menggalinya untuk mencari tahu? Itu karena gravitasi yang menyebabkan puing-puing untuk menggubur sesuatu," kata Tierno.

"Hal yang sama terjadi dengan kasur dan bantal. Gravitasi menurunkan semua puing-puing ini dan membuatnya mengendap di bantal dan kasur. Dan Anda menghirup puing-puing itu 8 jam sehari," sambungnya.

Hal ini membuat para ilmuwan beranggapan bahwa tempat tidur adalah sumber kesengsaraan.

Apalagi, banyak orang yang mengalami berbagai alergi. "Aku bahkan tidak menyebut tungau," kata Tierno.

"Ada kotoran tungau dan sisa-sisanya yang merupakan alergen. Bahkan jika Anda tidak memiliki alergi, tubuh Anda tetap akan bereaksi terhadap hal itu," imbuhnya.

Menurutnya, alergen ini bisa meyebabkan kita terbangun dengan hidung tersumbat, memperburuk alergi, hingga memperparah asma.

Aturan Mencuci Sprei Untuk Itu, Tierno menyarankan untuk sering-sering mencuci sprei Anda.

Tapi, seberapa sering kita harus mencuci sprei?

Baca: Meninggal Dunia, Korban Miras Oplosan di Bekasi Alami Kejang-kejang dan Tubuh Membiru

"Kotoran seperti itu terakumulasi menjadi banyak, biasanya antara satu hingga dua minggu," kata Tierno.

"Intinya, sprei harus dicuci mungkin rata-rata sekali seminggu," imbuhnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved