Update Kompol Fahrizal Linglung Usai Tembak Adiknya, Begini di Mata Warga Rumahnya

Sedikit demi sedikit keluarga membuka suara menyusul penembakan yang menewaskan Jumingan alias Jun oleh kakak iparnya, Fahrizal.

Editor: Y Gustaman
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Tatap Kompol Fahrizal kosong saat diperlihatkan di Polda Sumut, Kamis (6/4/2018). TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI 

Pantauan Tribun Medan, wajah Fahrizal murung dan tatapan matanya kosong.

Saat Kapolda menginterogasinya, Fahrizal tak mau banyak menoleh dan hanya mengangguk menjawab pertanyaan.

“Kamu kenal dengan Pak Agus Andrianto (Wakapolda Sumut)?" tanya Paulus dan dibalas Fahrizal dengan anggukan.

"Kalau sama saya enggak kenal juga?" kembali Paulus bertanya kepada pelaku.

Kembali hanya dengan mengangguk Fahrizal menginsyaratkan, ia tidak memgenal siapa Kapolda Sumut.

"Mungkin dia masih belum mau bicara," kata Paulus.

"Dia ini reserse, mungkin mau uji sakti sama reserse tua," sambung Wakapolda Agus dengan tersenyum, menambahi perkataan Paulus.

"Dia ini termasuk Polisi yang berprestasi, dulu ia sekolah waktu berhasil mengungkap kasus pembunuhan pengusaha softgun, Kuna. Maka diberi penghargaan disekolahkan," ujar Paulus.

"Bantu kami mengungkap kasus ini. Yang jelas perbuatannya pasti akan dihukum," jelas Agus.

Langgar kode etik

Kepulangan  Kompol Fahrizal (41), ke rumah ibunya di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Medan Tembung, Kota Medan, membawa duka bagi keluarga.

Dalam rangka cuti itu, bersama sang istri Fahrizal menjenguk ibunya, Sukartini yang baru sembuh.

Ia sempat memijat ibunya lalu menodongkan senjata kepadanya.

Belakangan, Jumingan bereaksi dan meminta kakak iparnya tersebut tak melakukan hal demikian.

Entah kenapa Fahrizal yang pernah menjabat Kasatreskrim Polrestabes Medan itu menembak enam kali adik iparnya hingga tewas, tiga di kepala dan tiga lainnya di kemaluan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved