Lembaga Ini Ajarkan Pengunjung Perpustakaan Nasional Belajar Bahasa Isyarat
Ada yang berbeda di lantai dua Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat.
Penulis: Anisa Kurniasih | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ada yang berbeda di lantai dua Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat.
Lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab) menggelar booth bertema warung kopi Dekade Dunia Keadilan Difabel pada Senin (9/4/2018).
Pameran booth tersebut digelar berkaitan dengan adanya konferensi kemitraan mencapai keadilan restoratif yang digelar oleh kementerian PPN/Bappenas dan Autralia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2).
Di booth ini tersedia beberapa kursi untuk pengunjung yang ingin tahu apa saja program yang dimiliki oleh Sigab.
"Sigab merupakan organisasi yang mempunyai motto “Bersama Menuju Masyarakat Inklusi” yang mempunyai cita-cita besar untuk membela dan memperjuangkan hak-hak difabel di seluruh Indonesia hingga terwujud kehidupan yang setara dan inklusif," ujar Nur Widya, pengurus Sigab.
Terdapat juga beberapa jadwal menarik salah satunya adalah belajar bahasa isyarat yang digelar pada pukul 13.00 WIB di lantai dua Perpustakaan Nasional.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung yang berminat boleh datang ke booth untuk diajari bahasa isyarat dari ahlinya langsung yaitu Ismail, yang juga difabel tuli selaku koordinator media di Sigab.
Pengunjung diajari bagaimana mengeja alfabet dengan jari yang biasa di gunakan oleh difabel.
Elsa, seorang pengunjung booth tersebut mengaku senang dengan adanya program ini.
"Bagus banget, bermanfaat banget buat saya yang nanti misal ketemu orang difabel jadi lumayan paham meskipun agak kesulitan karena baru belajar banget," ujar Elsa.
Bagi pengunjung yang mau berkonsultasi tentang keluhan difabel atau ingin tahu dengan dunia difabel juga bisa datang untuk berkonsultasi dengan penjaga booth.
Disediakan pula beberapa jajanan tradisional, untuk pengunjung yang datang.
Acara pameran booth ini hanya digelar satu hari ini.
Dalam booth ini terdapat tiga organisasi yang bergabung yaitu Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab) , Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (Sapda) dan juga rumah kitab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sigab_20180409_160715.jpg)