Tinjau UNBK SMA, Wali Kota Jakarta Pusat Harap Tingkat Kelulusan 100 Persen
Di lapangan SMAN 1 Jakarta ia mengimbau para siswa tidak hanya agar belajar, tapi juga mengawali ujian dengan berdoa dan rileks
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 1 Jakarta.
Selama peninjauan ia didampingi Kasudin Pendidikan Jakarta Pusat Subaedah, Camat Sawah Besar Martua Sitorus, Kapolsek Sawah Besar Kompol Mirzal Maulana, dan Kepala Sekolah SMAN 1 Jakarta Mas Ayu Yuliana.
SMAN 1 Jakarta sendiri terletak di di jalan Budi Utomo No 7, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Sebelum meninjau pelaksanaan UN, Mangara sempat berbicara di hadapan 285 siswa SMAN 1 Jakarta yang hendak mengikuti UNBK.
Di lapangan SMAN 1 Jakarta ia mengimbau para siswa tidak hanya agar belajar, tapi juga mengawali ujian dengan berdoa dan rileks.
Diketahui, SMAN 1 Jakarta melangsungkan UNBK dalam dua sesi, yakni pukul 07.30 - 09.30 WIB, dan pukul 10.30 - 12.30 WIB.
Pantauan TribunJakarta.com, Mangara meninjau empat kelas yang dijadikan ruang tunggu bagi siswa yang mendapat sesi kedua UNBK.
Baca: Siswa SMAN 105 Tidak Percaya Kunci Jawaban: Pakai Bocoran Bisa Buat Jadi Pembohong
Selain kelas yang dijadikan ruang tunggu siswa, ia juga melihat kesiapan ruangan yang dijadikan tempat pelaksanaan UNBK serta ruang pengawas.
Mengenai pelaksanaan UNBK di Jakarta Pusat, Mangara mengatakan bila rata-rata sekolah di Jakarta Pusat melakukan UNBK dalam dua sesi.
"Sampai sekarang masih terpaksa kita lakukan dua shift, karena memang komputernya belum tersedia secara keseluruhan. Mudah-mudahan tahun ini akan bisa ditambah, sehingga tahun depan kita enggak dua shift lagi," kata Mangara.
Mengenai bantuan komputer di sekolah swasta, Mangara mengatakan bila hal tersebut sangat bergantung kepada APBD.
Pun begitu ia mengatakan bila UNBK di sekolah swasta yang ada di Jakarta Pusat juga berlangsung dalam dua shift.
"Iya, rata-rata dua shift. Termasuk di sekolah swasta. Kalau ruangan cukup, pengawas juga cukup, hanya di perangkat komputernya saja. Mudah-mudahan tahun depan sudah tidak dua shift lagi," lanjutnya. Senin (9/4/2018).
Mengenai pengawas, Mangara mengimbau para pengawas agar keberadaan mereka tidak membuat siswa menjadi cemas, tapi justru meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Ia berharap bila tingkat kelulusan UNBK di Jakarta Pusat mencapai 100 persen seperti halnya tahun lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wali-kota-jakarta-pusat_20180409_095528.jpg)