18 Tahun Bekerja Tanpa Digaji, Begini Kisah Parinah Jadi TKW di London

Parinah, seorang TKW asal Banyumas bertekad menjadi TKW di Saudi Arabia pada tahun 1999.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Parinah saat menelpon keluarganya yang di Cilacap 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG -- 18 tahun tinggal di London, makanan Indonesia tetap menjadi favorit Parinah.

Parinah, seorang TKW asal Banyumas bertekad menjadi TKW di Saudi Arabia pada tahun 1999.

Naas, dalam 18 tahun hanya sekali ia diberikan gaji oleh majikannya bernama Ali Abdullah.

Pada sebelumnya Parinah dijanjikan akan diberikan gaji senilai 600 real per bulan, hingga ikut majikannya ke London pun ia tidak menerima haknya itu.

Baca: 8 Fakta Sastrawan Danarto Meninggal Ditabrak Motor: Kronologis, Sosok, Karya dan Pengakuan Penabrak

18 tahun tinggal di negara orang, pasalnya makanan Indonesia masih menjadi makanan favoritnya hingga kini.

"Tetap suka masakan Indonesia terutama goreng-gorengan dan makanan lain Indonesia," papar Parinah saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (11/4/2018).

Parinah TKW yang 18 tahun tidak diberi upah oleh majikannya di London, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.10 WIB menggunakan Pesawat Garuda Indonesia.
Parinah TKW yang 18 tahun tidak diberi upah oleh majikannya di London, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.10 WIB menggunakan Pesawat Garuda Indonesia. (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Pasalnya ia mendapatkan itu semua saat diperbolehkan majikannya, Ali Abdullah, keluar membeli makanan ditemani salah satu anaknya.

"Saya dapatkan dan beli di minimarket deket rumah saja, beli disana," ucap Parinah.

Baca: Polisi Yakin Pelaku Tertangkap Meski TKP Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Rusak

Ia mendapatkan uang untuk membeli makanan Indonesia dari uang yang ia dapatkan dari anak majikannya.

"Kadang suka dikasih uang buat jajan aja dari anaknya majikan, tapi tidak seberapa hanya untuk jajan saja," paparnya.

Pesawat Parinah mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekira pukul 18.10 WIB, Rabu (11/4/2018).

Parinah mengaku memiliki perasaan yang campur aduk ketika menapakkan kaki di Indonesia pertama kalinya sejak 18 tahun yang lalu.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved