Anak Kecil Penjual Koran Bekas Ini Selalu Masuk Ranking 10 Besar di Kelasnya, Begini Kisahnya
"Kelas satu aku ranking empat, kelas dua ranking delapan, dan kelas tiga aku ranking tujuh," tambah Haryo sambil merapikan tumpukan korannya.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Seorang anak kecil laki-laki bernama Haryo, setiap harus berjualan koran bekas demi membantu ekonomi keluarganya.
Usai pulang sekolah, Haryo membeli setumpuk koran bekas seharga Rp 5 ribu dari tetangganya, dan pergi berkeliling menjajakan koran bekas tersebut.
Baca: Pemuda yang Kejar Jokowi Awalnya Tidak Tahu Presiden Naik Motor, Langsung Lari Saat Kondisi Begini
Hari ini, Haryo menjajakan koran bekasnya di Masjid Al-Ittihaad di Komplek Tebet Indah Mas, Tebet, Jakarta Selatan.
Ia hendak menjual koran tersebut kepada para jemaah, yang akan melaksanakan Salat Jumat di Masjid tersebut.
"Penuh terus masjidnya kalau Salat Jumat, jadi aku jual koran bekas buat alas jamaah yang terpaksa Salat di halaman Masjid," tuturnya di Masjid Al-Ittihaad, Jumat (13/4/2018).
Baca: Simak Cerita Korban yang Lolos dari Maut Usai Tenggak 4 Bungkus Plastik Miras Oplosan
Ketika ditanya wartawan TribunJakarta.com mengenai pendidikannya, ia menuturkan berstatus sebagai murid kelas 4 di SDN Tebet Timur 20 Pagi.
Bahkan, Haryo menuturkan selalu masuk ke dalam ranking 10 besar di kelasnya.
"Kelas satu aku ranking empat, kelas dua ranking delapan, dan kelas tiga aku ranking tujuh," tambah Haryo sambil merapikan tumpukan korannya.
Baca: Jika Korban Meninggal Karena Miras, Polres Bekasi Jerat 2 Tersangka dengan Pasal Pembunuhan
Terakhir ia mengatakan seluruh uang hasil penjualan koran bekasnya diberikan kepada ibunya, dan disisihkan sedikit untuk ia tabung.
Ayah Haryo meninggal dunia ketika dirinya dilahirkan.
Haryo membantu ibunya menghasilkan uang karena ayahnya telah meninggal dunia.