Hari Kartini

Irna Penjual Jamu Cantik: Selamat Hari Kartini, Terus Maju dan Pantang Menyerah Wanita Indonesia

"Selamat hari Kartini, terus maju dan berjuang pantang menyerah wanita-wanita Indonesia," pesannya.

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Irna (30), seorang penjual jamu gendong yang setiap harinya menjajakan jamu racikannya di Pasar Kramat Jati mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Irna (30), seorang penjual jamu gendong asal Wonogiri, setiap harinya harus memikul jamu seberat lima kilogram berkeliling Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Setiap hari saya gendong tujuh sampai delapan botol jamu, kira-kira beratnya lima kilo lah," ucapnya kepada TribunJakara.com, Sabtu (21/4/2018).

Baca: Kata Sandiaga, Permasalahan Sampah di Kolong Tol Pelabuhan Belum Terselesaikan Sejak Orde baru

Ia bekerja mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00 WIB demi membantu suaminya mencari nafkah untuk membiayai anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Setelah itu pulang mengurus rumah dan anak," ujarnya di Selasar Sasono Utomo, TMII, Cipayung, Jakarta Timur.

Sudah 10 tahun, wanita berparas cantik ini menjajakan jamunya di Pasar Kramat Jati, banyak suka dan duka yang telah ia lalui selama ini..

Baca: Belum Pernah Dipakai Sejak 2 Tahun Lalu Dibeli, Prabowo Gunakan Sepada Barunya Ikuti Milad PKS

"Kadang tukang jamu suka dipandang sebelah mata, pembelinya biasanya laki-laki dan suka godai saya," kata wanita yang tinggal di daerah Condet ini.

Irna bercerita, mertuanya lah yang mengajarkannya meracik jamu, mulai dari memilih bahan yang bagus hingga pembuatannya.

"Awal menikah tahun 2007 masih tinggal sama mertua, terus diajarin cara meracik jamu," terangnya.

Awalnya sekira tahun 2008 saat Irna dan suaminya pindah ke Jakarta, ia menjual jamu racikannya terbatas hanya kepada tetangga di sekitar rumahnya.

Kemudian para tetangga yang mencicipi jamu racikan Irna memberikan respon positif, sehingga ia memberanikan diri untuk menjual jamu gendong berkeliling di Pasar Kramat Jati.

Baca: Pakai Kebaya, Ini Foto-foto Nyentrik Susi Pudjiastuti Bagi Cokelat di Bandara Soetta

Ia bersyukur setiap harinya jamu racikannya selalu habis terjual dan memperoleh keuntungan sekitar Rp 100 ribu.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved