Berkah Hari Kartini, Omzet Pedagang Pakaian Adat Melambung Tinggi
Hari Kartini pada Sabtu (21/4/2018) menjadi berkah dan mendatangkan keuntungan tersendiri bagi pedagang pakaian adat.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hari Kartini pada Sabtu (21/4/2018) menjadi berkah dan mendatangkan keuntungan tersendiri bagi pedagang pakaian adat.
Tak hanya pelajar, para pegawai negeri maupun swasta tak sedikit diharuskan berpakaian adat saat momen Hari Kartini.
Bahkan, sejak akhir Maret 2018 saja, sudah banyak yang memburu beragam macam pakaian adat.
"Selain membelikan anaknya, para orangtua juga membeli pakaian adat karena diharuskan dari kantor. Mereka takut kehabisan, sehingga membeli sejak jauh hari,” tutur pengelola Leo Fashion Sukun, Risa Fadhila di tokonya, Jalan Sukun Raya Nomor 15 Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (22/4/2018).
Pihaknya memang menyediakan pakaian adat dari berbagai daerah, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Padang, Gorontalo, Maluku.
Harga yang ditetapkan Risa pun masih terbilang rendah.
Satu setel beskap dibanderol Rp 39.000, lurik Rp 27.000, kebaya Rp 42.000, pakaian daerah dewasa Rp 78.000, dan model kutu baru Rp 32.000.
Adapula blangkon dibanderol Rp 12.000 dan sepatu selop Rp 20.000.
Selain pakaian adat, belakangan ini para pelajar juga memburu pakaian profesi mulai dokter, perawat, tentara, polisi, pilot, hingga pemadam kebakaran.
Menurut Risa, omzet baju batik yang dijualnya pun ikut meningkat.
"Tetapi masih tidak setinggi pakaian daerah yang meningkat drastis hingga 400 persen dibanding hari biasa,” terang ibu dari dua anak itu.
Meski setahun sekali, pihaknya tidak memanfaatkan momen kali ini untuk menaikkan harga pakaian adat.
Risa tetap mematok laba yang rendah, meski omzet sedang melonjak tajam karena sudah menjadi komitmennya untuk menjual pakaian berkualitas persis di supermarket tapi harga yang murah.
"Itu pun berlaku saat momen bulan Puasa. Kami mempraktikan dengan tidak menaikan harga saat momen bulan Puasa maupun Lebaran di seluruh outlet, seperti Ungaran dan Karangjati. Yang penting, omzet kami terus bertambah,” tambah dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/produk-batik-pakaian-adat_20180422_221000.jpg)