Ujian Nasional
Simak Cerita Anak Berkebutuhan Khusus Menjalani UN
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMPN telah memasuki hari kedua pada Selasa (24/4/2018).
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ilusi Insiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMPN telah memasuki hari kedua pada Selasa (24/4/2018).
Pelajar yang mengikuti UNBK tersebut tak hanya siswa-siswi umum melainkan siswa yang berkebutuhan khusus turut serta dalam pelaksanaan ujian.
Seperti di sekolah SMPN 226, Pondok Labu, Jakarta Selatan yang merupakan sekolah inklusi.
Baca: Intip Rumah Mewah Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda yang Bertema European style
Sekolah tersebut tak hanya menampung siswa-siswi di kalangan umum melainkan Anak berkebutuhan Khusus (ABK).
Total sebanyak tiga siswa ABK mengikuti UNBK hingga saat ini. Berikut kisah mereka yang bernama Sela, Dimas dan Siti.
Menjelang ujian UNBK, Tiara Aufanisa (15) atau yang akrab disapa Sela siswi dengan penyandang tuna netra ini sama seperti siswa pada umumnya yang belajar di kala malam hari untuk bertempur mengerjakan soal UNBK esok paginya.
"Belajar baca buku buat persiapan UNBK, kemudian ngerjain kisi-kisi. Belajar juga dari handphone. Tadi abis ngerjain alhamdulilah bisa," ungkapnya pada TribunJakarta.com, saat ditemui usai pelaksanaan UNBK hari kedua.
Terlepas dari ujian pun, saat di sekolah teman-temannya turut membantunya membacakan atau mendiktekan keterangan yang ada di papan tulis pada Sela.
Baca: Susunan Pemain Tampines Rovers Vs Persija: Teco Hadirkan Skuat Terbaik Macan Kemayoran
"Sama temen-temen yang lain kalau lagi nulis dibantu dikte di kelas. Cuma bisa baca sendiri kalau engga ada yang bantu. Paling sulit pelajaran Fisika dan Matematika karena mesti ngafalin rumus," ujar siswi yang pintar menyanyi ini.
Hal serupa juga diungkapkan Dimas Rizki (15) yang mengalami gangguan penglihatan atau low vision, ia mampu mengerjakan soal matematika dengan lancar.
"Saya mengerjakan tugas pakai mesin kaca pembesar. Ada tiga tahapan sebelum mengerjakan soal. Ujian sama belajar sehari-hari beda alatnya," ungkapnya.
Sejak ujian pertama, Dimas pun mantap mengerjakan soal tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/herdiya_20180424_181447.jpg)