Para Wanita, Yuk Pahami Beragam Penyebab Infeksi Vagina

Lendir normal yang keluar dari vagina adalah yang tak berbau, tidak menimbulkan gatal, dan jumlahnya tidak banyak.

Tayang:
Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi Organ Intim Wanita 

TRIBUNJAKARTA, JAKARTA - Area kewanitaan adalah bagian tubuh yang sensitif, intim, dan perlu dijaga kebersihan dengan perhatian ekstra.

Kebersihan yang tidak terjaga dengan baik bisa meningkatkan risiko infeksi, dan berujung pada munculnya berbagai macam penyakit.

Dr. Mery Sulastri, Educator & Trainer Mundipharma Indonesia, menjelaskan, permasalahan di area kewanitaan banyak disebabkan karena wanita tak mengenal organ intimnya dengan baik.

Vagina memiliki suasana asam dengan pH 3,8-4,2.

Baca: Semburan Api Sumur Minyak Setinggi 100 Meter, Warga Menjauh Tak Tahan Suhu Panas

Lendir normal yang keluar dari vagina adalah yang tak berbau, tidak menimbulkan gatal, dan jumlahnya tidak banyak.

Juga, lendir tersebut konsisten -dalam arti, tidak encer dan tidak kental.

Pada area tersebut terdapat laktobasilus atau bakteri baik yang jumlahnya sekitar 95 persen dan jumlah itu harus terjaga.

Nah, risiko infeksi akan meningkat jika keseimbangan pH terganggu.

"Dikatakan normal apabila area kewanitaan tidak ada tanda infeksi." Demikian kata dokter Mery di sela peluncuran Betadine Feminine Wash & Wipes di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (24/4/2018).

Baca: 5 Fakta Sumur Minyak Aceh Timur Meledak: Kronologi, Identitas Korban Sampai Suasana di TKP

Mery menguraikan, indikasi infeksi dapat dilihat dari keadaan seperti gatal, kemerahan, dan bau tidak sedap.

Juga harus dipastikan, tidak pendarahan di vagina, serta tidak ada keputihan karena disebabkan kuman penyakit.

Keputihan

Keputihan menjadi salah satu permasalahan yang paling sering dihadapi perempuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved